Presiden Prabowo Targetkan Jawa Tengah Tahun 2028 Bebas Sampah
Pekalongan, Jatengaja.com - Presiden Prabowo Subianto menargetkan provinsi Jawa Tengah (Jateng) zero atau bebas dari sampah pada tahun 2028.
Target dari Presiden ini disampaikan Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi pada gerakan Run for Rivers di Kota Pekalongan, Kamis 7 Mei 2026.
“Zero sampah merupakan prioritas kita. Presiden Prabowo Subianto telah menargetkan Jawa Tengah zero sampah tahun 2028,” katanya.
- Investasi Pabrik Sepatu di Brebes Rp 1,65 Triliun, Serap 4.044 Pekerja
- 3.000 ASN Brebes Terancam Sanksi Tegas Buntut Presensi Fiktif
- Sekda Jateng Tegaskan Bakal Sanksi Tegas 3.000 ASN Brebes Lakukan Absen Fiktif
- BPS Sebut Ekonomi Jawa Tengah pada Triwulan I 2026 Tumbuh 5,89 Persen
- BRILiaN Dive Club Kembali Beraksi, Transplantasi Terumbu Karang di Kep. Sabang
Menurut Luthfi, timbulan sampah di Jawa Tengah saat ini sekitar 6,3 juta ton. Dari jumlah itu, baru 30 persen sampah yang dapat diolah, sisanya belum bisa diolah.
Untuk itu, lanjut ia, Pemprov Jateng telah menyiapkan peta jalan penyelesaian masalah sampah tersebut, antara lain melalui tempat pengolahan sampah menggunakan sistem refuse derived fuel (RDF) atau pengolahan sampah menjadi energi alternative.
Pengolahan sampah sistem aglomerasi meliputi Semarang Raya, Pekalongan Raya, dan Tegal Raya, serta pengolahan sampah regional di Soloraya dan Magelang Raya.
"Pemerintah Provinsi tidak bisa bekerja sendiri, maka seluruh kabupaten/kota kita dorong untuk membuat MoU guna mereduksi simpul-simpul sampah,” ujarnya.
Dalam pengelolaan sampah, imbuh Luthfi, yang perlu didorong adalah menggerakkan kesadaran masyarakat untuk mulai memilih dan memilah sampah dari rumah. Penyelesaian dari hulu tersebut harus berjenjang, mulai rumah tangga, tingkat RT dan RW, kemudian desa/kelurahan.
"Kita harus menangani sampah itu dengan komprehensif, mulai hulu hingga hilir itu harus kita selesaikan,” tandas gubernur Jateng.
Sementara Pekalongan merupakan salah satu kota yang disinggahi oleh organisasi nirlaba Sungai Watch dalam kampanye "Lari 1.200KM dari Bali ke Jakarta" untuk bersih-bersih sungai.
Melalui gerakan itu, Ahmad Luthfi bersama masyarakat melakukan bersih-bersih sampah sungai di daerah setempat. Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan orang dari berbagai kalangan, mulai dari pelari, masyarakat umum, hingga pejabat publik.
Kegiatan bersih sungai ini digagas tiga bersaudara asal Perancis yakni Sam Benchegib, Gary Benchegib, dan Kelly Benchegib melalui organisasi Sungai Watch.
Sungai Watch saat ini sudah beroperasi di Bali dan Jawa Timur, Sam menyampaikan keinginannya untuk bisa beroperasi di wilayah Jawa Tengah.
"Gubernur bilang mau kasih kantor. Yayasan Sungai Watch ini kecil jadi harus kolaborasi dengan pemerintah dan komunitas. Kolaborasi ini akan bagus sekali," katanya.
Ia memaparkan bagaimana kondisi sungai di Jawa Tengah yang mereka temui selama berlari. Hampir semua sungai dari Blora sampai Pekalongan banyak sampahnya. Di antaranya Demak, Kudus, Pekalongan sangat kotor. (-)
