Ahmad Lutfi Serahkan Bantuan Tangani Banjir Demak Senilai Rp236 Juta

SetyoNt - Sabtu, 04 April 2026 23:50 WIB
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyerahkan bantuan untuk penanganan banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Demak senilai Rp236.985.411. (dok. Humas Pemprov Jateng)

Demak, Jatengaja.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi menyerahkan bantuan untuk penanganan banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Demak senilai Rp236.985.411.

Bantuan penanganan banjir Demak senilai Rp236.985.411, yang berasal dari BPBD Jateng, Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, dan PMI Jateng.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi saat meninjau korban bencana banjir yang mengungsi di Kantor Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Sabtu 4 April 2026.

Sebagai informasi, banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang , Jumat, 3 April 2026 itu berdampak pada delapan desa di empat kecamatan, dengan jumlah pengungsi tercatat 2.839 jiwa. Titik terdampak tersebar di Kecamatan Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung.

Usai menyapa warga korban banjir, Luthfi menggelar rapat terbatas untuk mengatasi persoalan banjir yang diikuti Bupati Demak Eisti’anah dan jajaran terkait.

Gubernur Jateng menegaskan penanganan banjir Demak tidak bisa dilakukan parsial, tapi perlu ditangani secara komprehensif.

“Kita mengatasi banjir ini tidak bisa parsial. Dari hulu sampai hilir itu harus dituntaskan,” kata dia.

Lutfi menambahkan selain penanganan banjir, kebutuhan dasar warga terdampak harus tetap dipenuhi, mulai sekolah, kesehatan, bahan pokok, makanan, dan lain sebagainya tidak boleh ketinggalan.

Warga Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Musri’ah menyatakan, harus mengungsi karena rumahnya terdampak adanya banjir tersebut.

“Saat itu air datang sangat cepat saat tanggul tak lagi mampu menahan arus. Kejadiannya sekitar pukul 10.00 WIB, saya di rumah. Tiba-tiba airnya mengalir deras sekali dari tanggul, lama-lama jebol,” ujarnya.

Menjelang sore, air terus naik hingga warga dievakuasi dengan perahu. “Setelah ashar kami dijemput perahu, waktu itu airnya udah setinggi dada,” ujarnya. (-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS