Tutup KKN, Mahasiswa UTU Paparkan Transformasi Ekonomi

Kamis, 05 Februari 2026 09:33 WIB

Penulis:Sulistya

Editor:Sulistya

5 utu.jpeg
Universitas Teuku Umar (UTU) sukses menutup rangkaian Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Angkatan XXV Tahun 2026 melalui lokakarya besar yang digelar di Aula Kantor Camat Panga, Selasa (3/2/2026).

Aceh, Jatengaja.com - Universitas Teuku Umar (UTU) sukses menutup rangkaian Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Angkatan XXV Tahun 2026 melalui lokakarya besar yang digelar di Aula Kantor Camat Panga, Selasa (3/2/2026). 

Mengusung tema "Transformasi Potensi Alam dan UMKM Menuju Aceh Jaya yang Sejahtera dan Berkelanjutan", dengan tagline “Dari Desa Bangkit, Menuju Aceh Jaya Hebat”. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dihadiri oleh Bupati Aceh Jaya, diwakili Staf Ahli Staf Ahli Bidang Keistimewaan Aceh, Kemasyarakatanmdan SDM, Yenni Elpiana SKep MSi. 

Camat Panga, Mawardi SPd SD, unsur Muspika Panga, Geusyiek gampong di lokasi KKN, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UTU diwakili Sekretaris, Heri Darsan ST MSi, Koorpus KKN UTU, Dr Ir Fitriadi ST MT, Dosen DPL KKN, serta 148 mahasiswa peserta KKN.

Acara dibuka dengan khidmat lewat pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan doa oleh Khairil Hadi, ST MT, dilanjutkan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu langsung oleh moderator, Said Fadhlain SIP MA yang bertindak sebagai dirigen. 

Dampak Ekonomi

Dilanjutan sambutan, Sekretaris LPPM UTU, Heri Darsan, didampingi Koorpus KKN Fitriadi menekankan bahwa kehadiran 148 mahasiswa di 20 gampong telah memberikan dampak ekonomi terukur. 

Ia menegaskan bahwa laporan lokakarya ini akan menjadi draf lanjutan untuk Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), penulisan skripsi, tesis, hingga artikel ilmiah di jurnal terakreditasi. 

Bupati Aceh Jaya, diwakili Staf Ahli Bidang Keistimewaan Aceh, Kemasyarakatan, dan SDM, Yenni Elpiana membacakan sambutan sekaligus penutupan KKN UTU tahun 2026, memberikan pengakuan mendalam atas peran UTU. 

Dikatakan, KKN Angkatan XXV ini merupakan kehadiran UTU yang keempat kalinya secara masif di Aceh Jaya, hingga hampir seluruh wilayah kecamatan telah terjangkau. 

"Sinergisitas ini sangat istimewa. Kami melihat berbagai UMKM tumbuh di pelosok desa berkat sentuhan sinergias dan  kolaborasi ini,"

Sesi lokakarya yang berlangsung dinamis selama tujuh jam (10.00-15.30 WIB). Sebanyak 20 kelompok mahasiswa didampingi DPL dan Geusyik Gampong mempresentasikan dalam 5 sesi, setiap sesi tampil 4 kelompok. Di bawah kendali moderator Said Fadhlain iklim diskusi terjaga dengan tempo dan adrenalin yang stabil. 

Guna menjaga antusiasme peserta, moderator secara cerdas menyisipkan ice breaking berupa pantun-pantun yang mengangkat konten lokal Panga, yang disambut hangat oleh para Keuchik dan jajaran Kompolfircat. 

Selain itu, Said Fadhlain juga memberikan sentuhan filosofis tentang peran mahasiswa Gen Z sebagai agen perubahan yang harus mampu mengonversi teori kampus menjadi solusi praktis di desa. 

"Gen Z bukan sekadar generasi digital, mereka adalah penyambung lidah peradaban. Dengan pantun dan diskusi yang cair, moderator ingin memastikan bahwa energi perubahan itu tersampaikan dengan santun kepada para tokoh masyarakat di Panga,” katanya. (-)