Taj Yasin Luncurkan Program Ngopeni Omah Nglakoni Sesarengan

Sabtu, 14 Februari 2026 22:47 WIB

Penulis:SetyoNt

Editor:SetyoNt

jateng omah.jpg
Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen (dua dari kanan) meluncurkan program Ngopeni Omah Nglakoni Sesarengan di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Banyumas, Sabtu, 14 Februari 2026. (dok. Humas Pemprov Jateng)

Banyumas, Jatengaja.com - Guna mempercepat penyediaan rumah layak huni kepada masyarakat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) meluncurkan program "Ngopeni Omah Nglakoni Sesarengan."

Peluncuran program "Ngopeni Omah Nglakoni Sesarengan" dilakukan Wakil Gubernur (Wagub) Jateng, Taj Yasin Maimoen di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Banyumas, Sabtu, 14 Februari 2026.

Program ini mengusung filosofi mendalam,  Ngopeni Omah dimaknai sebagai upaya merawat rumah sebagai simbol pelayanan publik, sementara Nglakoni Sesarengan menekankan pada kerja kolaboratif. 

Wagub Jateng menyatakan program "Ngopeni Omah Nglakoni Sesarengan" merupakan pendekatan kolaboratif untuk menjawab beragam persoalan perumahan yang dihadapi masyarakat Jawa Tengah.

"Kita memberikan bantuan-bantuan seperti perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), lalu masyarakat yang tidak memiliki rumah, muncul program rumah subsidi untuk penanganan backlog yang dianggarkan oleh pemerintah pusat maupun di Jawa Tengah," ujar Taj Yasin.

Ia menambahkan, keberhasilan Jawa Tengah dalam menekan angka kekurangan rumah merupakan buah dari sinergi lintas sektor. Dukungan tersebut datang mulai dari Baznas, Bank Jateng, hingga kolaborasi anggaran dengan pemerintah kabupaten dan kota.

Meski demikian, Taj Yasin mengakui tantangan penyediaan rumah di Jateng masih cukup besar. Untuk itu mengajak seluruh elemen pemerintahan untuk tetap konsisten dalam bekerja sama demi masyarakat yang belum memiliki hunian tetap.

“Kita kolaborasi bersama dari pemerintah pusat maupun dari kabupaten kota. Kita bareng-bareng,” ujarnya.

Komitmen Pemprov Jateng dalam penyediaan perumahan juga mendapat pengakuan di tingkat nasional dengan meraih penghargaan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI sebagai provinsi peringkat I terbaik dalam pelaksanaan program penyediaan perumahan.

Sepanjang tahun 2025, Pemprov Jateng berhasil merealisasikan penyediaan rumah layak huni sebanyak 17.513 unit dengan total anggaran Rp357,6 miliar atau mencapai 100 persen dari target. 

Rinciannya meliputi peningkatan kualitas rumah 17.150 unit, pembangunan Rumah Sederhana Sehat 240 unit, pembangunan rumah korban bencana dan relokasi program pemerintah 120 unit, serta pembangunan rumah apung CSR Bank Jateng sebanyak 3 unit.

Sementara pada tahun 2026, Pemprov Jateng menargetkan program penyediaan rumah mencakup 10.231 unit dengan nilai anggaran Rp210 miliar. 

Program tersebut terdiri atas peningkatan kualitas rumah 10.074 unit, pembangunan rumah sederhana sehat 100 unit, pembangunan rumah korban bencana dan relokasi 40 unit, serta pembangunan rumah apung sebanyak 17 unit.

Dalam kesempatan itu, Wagub Jateng juga menyerahkan bantuan pemasangan sambungan listrik bagi 100 unit rumah di Banyumas dan Cilacap senilai Rp119,7 juta. 

Selain itu, dukungan energi terbarukan berupa PLTS rooftop senilai Rp74,7 juta turut diberikan kepada UMKM Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Mandiri Sejahtera di Desa Pejerukan, Kecamatan Kalibagor, Banyumas guna mendorong kemandirian ekonomi warga.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Jawa Tengah Boedyo Dharmawan menjelaskan program Ngopeni Omah Nglakoni Sesarengan dirancang sebagai solusi komprehensif atas berbagai permasalahan sektor perumahan.

Boedyo berharap program ini dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat Jawa Tengah, serta mengajak masyarakat untuk ikut menyosialisasikan program tersebut serta tidak ragu berkonsultasi apabila menghadapi permasalahan perumahan.

“Ini adalah program solusi. Monggo masyarakat ikut menyebarluaskan dan segera berkonsultasi jika memiliki persoalan perumahan,” ujarnya. (-)