Realisasi Investasi di Jateng 2025 Tembus Rp 88,50 Triliun

Selasa, 20 Januari 2026 17:03 WIB

Penulis:SetyoNt

Editor:SetyoNt

investasi1.jpg
Cetak Rekor, Realisi Investasi di Jateng Tahun 2025, Tembus Rp 88,50 Triliun. (ilustrasi/internet)

Semarang, Jatengaja.com  - Realisasi investasi Jawa Tengah (Jateng) sepanjang Januari-Desember 2025 tercatat mencapai senilai Rp 88,50 triliun. Rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Berdasarkan rilis Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 15 Januari 2026, capaian investasi di Jateng terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) senilai Rp 50,86 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) senilai Rp 37,64 triliun. 

Sedangkan dari sisi aktivitas usaha, total yang terealisasi mencapai sebanyak 105.078 proyek dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 418.138 orang.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, dalam berbagai kesempatan menyatakan menjamin kepastian hukum, keamanan, dan kemudahan berusaha. 

“Para investor harus merasa nyaman dan aman untuk menanamkan modalnya di provinsi Jawa Tengah. Kami akan terus menjadi mitra strategis bagi investor agar pertumbuhan ekonomi daerah semakin inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya. 

Dibandingkan atas 2024, realisasi investasi Jawa Tengah melonjak signifikan. Sebagai catatan, pada  2024 investasi yang berhasil didapatkan Rp 68,67 triliun. Pada 2025 meningkat menjadi Rp 88,50 triliun atau bertambah Rp 19,83 triliun (28,88 persen).

Lonjakan tersebut tidak lepas dari percepatan perizinan, penguatan kawasan industri, serta stabilitas daerah. Pertumbuhan ini menunjukkan kepercayaan investor terus menguat. 

“Pemerintah provinsi bersama kabupaten/kota bergerak cepat memangkas hambatan birokrasi dan memastikan proyek berjalan tepat waktu,” ujar Ahmad Luthfi. 

Sementara, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, Sakina Rosellasari, menambahkan, ada lima daerah di Jawa Tengah yang andil dalam realisasi PMA dan PMDN pada 2025. 

Kelima daerah tersebut yakni, Kabupaten Kendal senilai Rp 15,86 triliun, Kota Semarang Rp 1 1,15 triliun, Kabupaten Demak Rp 9,06 triliun, Kabupaten Batang Rp 6,73 triliun. Kabupaten Semarang Rp 4,38 triliun.

“Kendal, Batang, dan Demak menjadi bukti bahwa pengembangan kawasan industri terintegrasi mampu menarik investor besar sekaligus membuka lapangan kerja,” katanya, Selasa, 20 Januari 2026. 

Dijelaskan, berdasarkan sektor usaha, lima besar realisasi investasi Jawa Tengah 2025 didominasi industri pengolahan, yakni, industri barang dari kulit dan alas kaki senilai Rp 11,37 triliun. 

Kemudian industri mesin, elektronik, dan peralatan presisi Rp 9,70 triliun, industri karet dan plastik Rp 8,96 triliun. Lalu industri tekstil mencapai Rp 7,97 triliun, serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp 7,47 triliun.

Dari sisi negara asal PMA, lima besar penanam modal di Jawa Tengah pada 2025 adalah Hong Kong senilai Rp 12,92 triliun, lalu Singapura Rp 11,43 triliun, Republik Rakyat Tiongkok Rp 10,13 triliun, Korea Selatan Rp 4,96 triliun, dan Samoa Barat Rp 2,96 triliun. 

Sakina menambahkan, realisasi investasi sektor Usaha Kecil dan Mikro (UMK) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai Rp 22,143 triliun. Nilai tersebut terdiri atas investasi Usaha Kecil sebesar Rp 7,929 triliun dan Usaha Mikro Rp 14,214 triliun.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 12 persen dibandingkan 2024, di mana realisasi investasi UMK tercatat sebesar Rp 21,52 triliun.

“Kami pastikan stabilitas daerah, kepastian regulasi, serta sinergi lintas sektor tetap terjaga. Target kami, Jawa Tengah menjadi gerbang investasi utama di Indonesia,” ungkapnya. (-)