Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG di Jateng dan DIY Aman

Sabtu, 17 Oktober 2026 06:49 WIB

Penulis:SetyoNt

Editor:SetyoNt

pertamina.jpg
Penjabat Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Drestanto Nandiwardhana,Pastikan Stok BBM dan LPG di Jateng dan DIY Aman. (dok. Humas Pertamina Patra Niaga)

Semarang, Jatengaja.com - Pertamina memastikan ketersediaan stok BBM dan LPG di wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam kondisi aman.

Penjabat Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Drestanto Nandiwardhana,  menyatakan stok BBM Pertalite mencapai 6,7 kali lipat dari konsumsi normal harian, Biosolar mencapai 16,3 kali lipat, dan LPG mencapai 3,5 kali lipat konsumsi normal harian.

“Kondisi stok BBM dan LPG di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta aman, masyarakat tidak perlu khawatir dalam memenuhi kebutuhan energi sehari-hari,” katanya di Semarang, Jumat 16 Okrober 2026. 

Lebih lanjut, Drestanto menyatakan, Pertamina terus melakukan pemantauan dan memastikan penyaluran BBM dan LPG di Jateng dan DIY berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan pemangku kepentingan terkait untuk mengantisipasi potensi penyalahgunaan dalam rantai distribusi,” ujarnya.

Ia menyebutkan berbagai modus penyalahgunaan, mulai dari pengoplosan LPG hingga penyalahgunaan pengangkutan dan niaga BBM bersubsidi, berpotensi menimbulkan kerugian negara dan mengganggu distribusi energi. 

Praktik tersebut juga dapat mengurangi ketersediaan energi bersubsidi bagi masyarakat yang berhak menerimanya.

Sebagai bagian dari komitmen pengawasan, Pertamina secara konsisten melakukan pemantauan terhadap lembaga penyalur serta memberikan sanksi kepada mitra yang terbukti melakukan pelanggaran. 

“Hingga saat ini, sebanyak 206 lembaga penyalur BBM dan 201 lembaga penyalur LPG telah diberikan sanksi sesuai hasil evaluasi dan ketentuan yang berlaku,” tandasnya.

Pertamina, imbuh Drestanto,  terus mendukung proses hukum yang berjalan serta implementasi kebijakan Pemerintah untuk memastikan penyaluran BBM dan LPG bersubsidi berlangsung tepat sasaran, tepat volume, dan sesuai dengan ketentuan.

Ia mengimbau masyarakat, pelaku usaha, operator SPBU, agen, pangkalan LPG, serta seluruh pihak yang terlibat dalam rantai distribusi energi untuk mematuhi ketentuan yang berlaku dan tidak melakukan penyalahgunaan BBM maupun LPG bersubsidi dalam bentuk apa pun.

Masyarakat juga diharapkan berperan aktif dengan melaporkan indikasi penyalahgunaan, pengangkutan ilegal, penimbunan, maupun pengoplosan BBM dan LPG bersubsidi kepada aparat penegak hukum atau melalui saluran pengaduan resmi Pertamina di Pertamina Call Center 135.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga distribusi energi bersubsidi agar tetap aman, tertib, dan tepat sasaran, sehingga manfaat subsidi dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat yang berhak,” ujarnya. (-)