Provinsi Jateng Raih Peringkat 2 Destinasi Wisata Ramah Muslim Terbaik Nasional
Jakarta, Jatengaja.com - Provinsi Jawa Tengah meraih penghargaan peringkat kedua sebagai destinasi pariwisata ramah muslim terbaik secara nasional dalam ajang Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026.
Penghargaan tersebut diterima Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, dalam gelaran Indonesia Muslim Friendly Tourism Summit 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia di Assembly Hall, Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat, 16 Oktober 2026.
Taj Yasin Maimoen menyatakan capaian Jawa Tengah (Jateng) tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan atas periode sebelumnya yang berada diperingkat kelima.
- Kepala BPJPH Pastikan Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Tak Ada Penundaan
- Pasangan Aman/Agus dan Fentri/Aziz Berhasil Pertahankan Galar Juara KBAM 2026
- Turunkan Angka Kemiskinan, Pemprov Jateng Libatkan 123 Perguruan Tinggi
“Alhamdulillah, tahun ini kita ada di peringkat kedua. Hadiah buat kita semua, buat masyarakat Jawa Tengah yang menyongsong pada tahun 2027, yaitu pariwisata berkelanjutan, ramah muslim, dan ekonomi syariah,” ujarnya.
Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu menyampaiakan, capaian tersebut sejalan dengan upaya Pemprov Jateng menyiapkan peta jalan pengembangan wisata ramah muslim.
Penyusunannya melibatkan perangkat daerah terkait dan Bank Indonesia, dengan fokus pada penguatan fasilitas serta layanan yang dibutuhkan wisatawan muslim, mencakup sektor perhotelan, pusat kuliner, hingga fasilitas di destinasi wisata.
“Pemprov Jateng ingin memastikan layanan ramah muslim semakin luas dan tidak hanya terkonsentrasi di daerah tertentu. Kita berkolaborasi dengan dengan BI, dengan stakeholder yang ada untuk menciptakan destinasi yang ramah muslim,” ujarnya.
Taj Yasin mencontohkan, fasilitas hotel dengan kolam renang terpisah telah tersedia di Karanganyar sejak 2024 dapat menjadi salah satu referensi untuk mengembangkan layanan serupa di daerah lain.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan Indonesia menempati peringkat kedua destinasi ramah muslim dunia berdasarkan Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026, dengan skor 79.
“Angka tersebut merupakan skor tertinggi yang pernah diraih Indonesia sepanjang keikutsertaannya dalam indeks tersebut. Pencapaian ini semakin menegaskan kesiapan dan daya saing Indonesia,” ujarnya.
Widiyanti mengatakan, Indonesia memiliki modal kuat untuk mengembangkan pariwisata ramah muslim karena kebutuhan wisatawan terhadap kuliner halal, fasilitas ibadah, dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan muslim telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.
Namun, menurutnya, potensi tersebut perlu diikuti dengan peningkatan kualitas layanan dan kemudahan akses informasi agar wisatawan muslim dunia memilih Indonesia sebagai tujuan perjalanan mereka.
- UMKM Desa Pakis Didorong Kembangkan Potensi Usaha
- Pemerintah Terbitkan Perpres Nomor 27/2026, Atur Biaya Aplikasi Ojol Roda Dua 8%
- Jateng Kirim 34 Atlet Disabilitas ke Asian Para Games 2026 Nagoya Jepang
Ia memproyeksikan, kunjungan internasional wisatawan muslim dunia pada 2030 mencapai 262 juta kunjungan, dengan estimasi pengeluaran tahunan sekitar 310 miliar dolar AS.
Besarnya potensi tersebut perlu diimbangi dengan upaya meningkatkan kunjungan sekaligus pengeluaran wisatawan.
Salah satu instrumen yang digunakan untuk mendorong peningkatan kualitas destinasi di tingkat daerah adalah IMTI.
“IMTI 2026 diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing destinasi wisata ramah muslim,” ujarnya.(-)
