Perantau Asal Jawa Tengah di Jabodetabek Gelar Pentas Wayang Kulit Dua Versi

Sabtu, 20 Juni 2026 17:29 WIB

Penulis:SetyoNt

Editor:SetyoNt

jatng wayan.jpg
Perantau Asal Jawa Tengah di Jabodetabek Gelar Pentas Wayang Kulit Dua Versi. (dok. Humas Pemprov Jateng)

Jakarta, Jatengaja.com - Peratau asal Jawa Tengah yang tinggal di wilayah Jabodetabek yang tergabung dalam Paguyuban Jawa Tengah menggelar acara Gebyar Harmoni Budaya.

Dalam acara itu menampilkan pegelaran wayang kulit dua versi yakni gagrak Betawi dengan dalang Ki Sukadana dan wayang kulit gagrak Jawa dengan dalang KRA Ki Gunarto Gunotalijendr

Selain pagelaran wayang kulit juga ada fragmen pentas teater kolaborasi pada acara Gebyar Harmoni Budaya yang digelar di Pelataran Blok M Hub, Jakarta Selatan, Jumat malam, 19 Juni 2026. 

Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi, mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso (Bang Yos), Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah AK Al-Sattiri, Duta Besar Bahrain untuk Indonesia Ahmed Abdulla AlHajeri, serta sejumlah tokoh lain.

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, melalui Gebyar Harmoni Budaya menunjukkan masyarakat Jawa Tengah dapat beradaptasi dan berkolaborasi di tempat-tempat perantauan, tanpa melupakan tempat asalnya. 

"Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Masyarakat di perantauan telah membanggakan bagi Jawa Tengah, ikut membangun wilayah ia tinggal sekarang, namun tetap ingat tanah leluhur," katanya.

Sementara, Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah, Leles Sudarmanto mengatakan, gelaran wayang kulit sengaja dipilih karena merupakan produk budaya yang sudah menjadi aset negara Indonesia. 

Wayang kulit penting untuk dilestarikan oleh seluruh masyarakat,  termasuk generasi muda Indonesia, terutama orang Jawa dan Betawi.

"Harmoni Budaya ini adalah kolaborasi seni budaya antara wong Jawa dan Betawi. Kita terus upayakan karena gubernur DKI Jakarta bersama gubernur Jawa Tengah juga kolaborasi. Hal-hal seperti ini penting sekali, Republik Indonesia ini perlu kolaborasi untuk menyamakan persepsi melalui budaya,” ujar Leles. (-)