Bank Indonesia
Kamis, 28 Agustus 2025 14:15 WIB
Penulis:SetyoNt
Editor:SetyoNt
Demak, Jatengaja.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Demak, melaksanakan kegiatan Wiwitan Tandur Pari.
Kegiatan juga didukung PT Pertamina Patra Niaga Regional Jateng & DIY, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali–Juana, Damkar Kabupaten Demak, para pelaku usaha, serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Demak,
Wiwitan tandur pari (memulai menanam padi) menandai dimulainya kembali proses tanam padi pada lahan yang sebelumnya tergenang banjir, sebagai tindak lanjut penanganan sawah terdampak banjir di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, dilaksanakan Rabu 27 Agustus 2025.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga di Jawa Tengah yang merupakan salah satu lumbung pangan nasional.
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, menekankan pentingnya kontribusi Kabupaten Demak dalam mendukung produksi padi di Jawa Tengah dan secara nasional.
Pada tahun 2024, Kabupaten Demak memberikan kontribusi sebesar 6,70% terhadap produksi padi Jawa Tengah. Untuk periode Januari–Juli 2025, kontribusi tersebut meningkat menjadi 8,89% atau setara 1,41% dari produksi nasional.
“Dukungan seluruh pemangku kepentingan lainnya, agar upaya pemulihan 512 ha lahan sawah terdampak banjir semakin efektif dan berkelanjutan,” ujar Taj Yasin.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jateng, Rahmat Dwisaputra menyatakan dalam dua bulan terakhir, beras masuk dalam lima besar penyumbang inflasi di Jawa Tengah.
BPS mencatat inflasi Jawa Tengah Juli 2025 sebesar 2,52% (yoy), lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,37% (yoy). Secara bulanan, mengalami inflasi 0,18% (mtm) dengan kelompok pangan memberi andil 0,03%.
“Kenaikan harga pangan, khususnya gabah dan beras, sebagian besar dipicu tekanan pasokan akibat banjir. Namun, berkat kerja sama lintas pihak pada Juli lalu, normalisasi saluran irigasi di Karangtengah, Kabupaten Demak genangan air sudah surut, dan petani mulai kembali ke lahan untuk menanam,” ujar Rahmat.
Dalam kegiatan itu BI Jateng memberikan bantuan berupa fasilitas sarana dan prasarana pertanian serta dukungan biaya operasional alat berat untuk memperlancar penanganan di lapangan.
Dampak dari upaya pemulihan yaitu lahan bekas banjir seluas 231,90 ha sudah kembali ditanami padi, sementara proses persemaian tengah berlangsung untuk rencana tanam pada Musim Tanam I di area seluas 223,11 ha.
Ke depan, luas tanam akan terus bertambah seiring dengan surutnya genangan, sehingga diharapkan produktivitas padi Kabupaten Demak dapat segera pulih secara bertahap. (-)
Bagikan
Bank Indonesia
2 hari yang lalu