Pemprov Jateng Buka Posko Terpadu pada H-8 Hingga H+7 Lebaran

Kamis, 05 Maret 2026 23:12 WIB

Penulis:SetyoNt

Editor:SetyoNt

gub posko.jpg
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menyatakan, akan membuka posko terpadu Lebaran. (Istimewa)

Semarang, Jatengaja.com - Diprediksikan jumlah pemudik Lebaran 2026 dari berbagai provinsi yang masuk ke wilayah Jawa Tengah (Jateng) mencapai 17,7 juta orang.

Untuk membantu kelancaran arus mudik Lebaran tersebut, Pemerintah Provinsi Jateng akan membuka posko terpadu mulai H-8 hingga H+7 Labaran atau Idulfitri 2026.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menyatakan, posko terpadu akan melibatkan organisasi perangkat daerah, kepolisian, TNI, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. 

“Tahun ini diprediksi pemudik yang masuk ke Jawa Tengah sekitar 17,7 juta orang. Tahun lalu sekitar 15 juta, sehingga ada kenaikan cukup signifikan. Dengan jumlah sebesar itu tentu semua harus siap dengan membuka posko karena Jawa Tengah menjadi sentral pergerakan mudik nasional,” katanya di Semarang, Kamis 5 Maret 2026. 

Selain pengamanan lalu lintas, lanjut  Lutfhi, juga memastikan kesiapan infrastruktur jalan provinsi yang terus dikebut perbaikan dan ditargetkan rampung sebelum H-7 Lebaran. 

Pemprov Jawa Tengah juga menyiapkan program mudik gratis bagi perantau, dengan  menyediakan 340 bus dengan total 16.415 kursi yang diberangkatkan dari Jakarta dan Bandung pada 16 Maret 2026. 

Untuk moda kereta api, disiapkan 17 rangkaian kereta dengan kapasitas 1.288 penumpang yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen menuju Solo Balapan dan Semarang Poncol pada 17 Maret 2026. 

“Program ini kita siapkan agar masyarakat bisa mudik dengan lebih aman dan nyaman, sekaligus mengurangi kepadatan arus kendaraan yang masuk ke Jawa Tengah,” kata Luthfi.

Gubernur Jateng menambahkan pada arus mudik mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi, mengingat curah hujan diprediksi masih tinggi. 

“Kita waspadai adalah potensi bencana alam, misalnya longsor, banjir, bahkan kemungkinan aktivitas Gunung Merapi. Beberapa wilayah seperti Pegunungan Muria juga menjadi perhatian karena rawan bencana,” ujar Luthfi.

Sementara, derdasarkan pemetaan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta, setidaknya 46 titik rawan kemacetan dan 23 titik rawan bencana di jalur nasional Jawa Tengah menjelang arus mudik Lebaran 2026.

Kepala BBPJN Jateng-DIY, Moch Iqbal Tamher mengatakan, titik rawan kemacetan tersebar di jalur pantura, jalur tengah, hingga jalur selatan. Mayoritas berada di kawasan pasar, perlintasan sebidang kereta api, simpang padat, serta akses keluar-masuk tol.

Untuk mendukung kelancaran mudik lebaran tersebut, pihaknya menyiapkan 18 posko Lebaran di berbagai jalur nasional wilayah Jawa Tengah. 

Posko tersebut tersebar di koridor strategis, mulai dari jalur Pantura barat hingga jalur selatan. Di wilayah Pantura barat, posko ditempatkan antara lain di ruas Batas Kabupaten Tegal/Kabupaten Brebes–Prupuk serta Batas Kabupaten Tegal–Kabupaten Pemalang.

Untuk Pantura tengah dan timur, posko disiagakan di kawasan Alas Roban, Jalan Walisongo, ruas Batas Kota Semarang–Batas Kota Demak (KM 13+700), hingga ruas Batas Kabupaten Kudus/Pati–Simpang 3 Lingkar Pati (KM 66+300). Posko juga berada di Pemuda Rembang (KM SMG 113+100).

Di jalur tengah dan selatan, posko ditempatkan di ruas Bawen–Batas Kota Salatiga, Kartosuro–Batas Kota Klaten, Purwokerto–Patikraja, Klampok–Banjarnegara, hingga Wawar–Congot. (-)