Bank Indonesia
Selasa, 12 Mei 2026 17:34 WIB
Penulis:SetyoNt
Editor:SetyoNt

Semarang, Jatengaja.com - Nilai investasi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Tengah selama tahun 2025 sangat signifikan yakni mencapai Rp22 triliun.
Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, nilai investasi sektor UMKM menyumbang sebesar 20 persen dari total investasi yang mencapai Rp110 triliun.
“Pada 2025, realisasi investasi di Jawa Tengah Rp110 triliun, dari jumlah itu sumbangan dari usaha mikro kecilnya Rp22 triliun,” ujarnya saat meninjau acara UMKM Grande 2026 di Atrium Pollux Mall Paragon, Kota Semarang, Senin 11 Mei 2026.
Kontribusi UMKM terhadap ekonomi di Jawa Tengah, lanjut Sakina, sudah terbukti, yakni pada masa Covid 19 tahun 2020, saat ekonomi terpuruk, sektor mikro kecil tetap stabil dan tangguh.
“Ketangguhan UMKM tersebut juga merata di semua sektor. Baik pangan, retail, maupun handycraft. Berharap, pada 2026 nilai investasi UMKM akan meningkat dibandingkan pada 2025,” harapnya.
Sementara, pengununjung pameran UMKM Grande, Asnawi Hasan, sangat terkesan dengan pameran yang digelar di tengah mal.
"Acaranya luar biasa. Selain pameran, ada workshop, sangat bermanfaat untuk pensiunan seperti saya," katanya.
Asnawi mengatakan mendapatkan pengalaman baru setelah melihat pameran UMKM Grande, “Penjelasan yang didapat pada workshop tentang tanaman sangat lengkap,” katanya.
Pameran UMKM Grande yang diadakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah ini menghadirkan 90 UMKM unggulan binaan Bank Indonesia Jawa Tengah. Kegiatan ini telah berlangsung pada 7-11 Mei 2026.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah M. Noor Nugroho menjelaskan, puluhan UMKM tersebut dipilih berdasarkan kualitas dan kesiapan menembus pasar yang lebih luas, termasuk ekspor.
“Ada sekitar 75 UMKM yang sudah kita kurasi. Produknya beragam, mulai dari fesyen, wastra, kerajinan, home decor, furnitur, hingga kopi,” kata Noor Nugroho.
Ia menambahkan proses kurasi dilakukan dengan mempertimbangkan konsistensi usaha, kapasitas produksi, serta kualitas produk. Sebab, sebagian produk ini diarahkan untuk pasar ekspor, sehingga harus memenuhi standar kualitas. (-)
Bagikan