Kebakaran
Senin, 27 Juli 2026 19:49 WIB
Penulis:SetyoNt
Editor:SetyoNt

Semarang, Jatengaja.com - Musim kemarau yang panjang menyebabkan sebanyak 25 kabupaten dan kota mencakup 83 kecamatan dan 148 desa di Jawa Tengah dilanda kekeringan.
“Sebanyak 11 kabupaten dan kota bahkan sudah menetapkan status siaga darurat kekeringan 2026,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi di Semarang, Senin 27 Juli 2026.
Menurutnya, untuk membantu daerah-daerah yang dilanda kekeringan tersebut hingga 24 Juli 2026, Pemerintah Provinsi Jateng telah menyalurkan bantuan 6,8 juta liter air bersih.
Distribusi air bersih itu berasal dari APBD Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dan kabupaten/kota 4.853.800 liter dan . bantuan dari CSR, PMI, TNI-Polri, dan instansi lainnya sekitar 1.951.500 liter air bersih.
“Jumlah total penerima manfaat distribusi air bersih sekitar 61.139 KK dengan jumlah 184.643 jiwa. Tiga daerah dengan distribusi air bersih terbanyak adalah Kabupaten Klaten, Pemalang, dan Banjarnegara,” ujar Bergas.
Ia menegaskan ketersediaan air bersih saat ini masih tercukupi dan siap didistribusikan ke daerah terdampak kekeringan. Apalagi masih ada pihak-pihak lain seperti TNI, Polri, PMI, dan sebagainya yang sudah menyataku akan memberikan bantuan.
"Masih ada ketersediaan air bersih sekitar 40 juta liter dari total 44,9 juta liter yang disediakan melalui dana APBD kabupaten/kota,” katanya saat melaporan kondisi terkini terkait kekeringan dan distribusi air bersih kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Dalam kesempatan itu, Bergas juga melaporkan terhitung tanggal 5 Juni-19 Juli 2026, tercatat ada 275 kejadian kebakaran. Terdiri atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 56 kejadian, kemudian kebakaran gedung dan rumah 219 kejadian.
“Karhutla ini paling banyak terdampak itu lahan, utamanya lahan tebu. Jumlah kerugian karhutla Rp607 juta, kerugian kebakaran gedung dan rumah sampai Rp27 miliar,” ujarnya.
Sementara, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menyatakan seluruh kepala daerah untuk melakukan mitigasi, memetakan daerah rawan, dan menyiapkan langkah antisipasi kekeringan.
"Intinya kebutuhan air bersih masih cukup, tinggal distribusi ya," katanya saat rapat pengendalian operasional kegiatan (POK) dengan seluruh kepala OPD, BUMD, dan BLUD di kantornya.(-)
Bagikan