Bank
Sabtu, 17 Oktober 2026 07:36 WIB
Penulis:SetyoNt
Editor:SetyoNt

Semarang, Jatengaja.com - Majelis Ulama Indonesia Jawa Tengah (MUI Jateng) menolak rencana konser penyanyi maestro asal Italia, Andrea Bocelli di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang.
Ketua MUI Jateng, Prof Dr KH Noor Achmad MA menyatakan sesuai dengan kebijakan MUI Pusat, maka konser Andrea Bocelli di Indonesia harus dibatalkan.
“MUI Jawa Tengah mendukung larangan tersebut, termasuk di Candi Borobudur atau tempat lain,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat 16 Oktober 2026.
Seperti diketahui, Andrea Bocelli dijadwalkan akan menggelar konser di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, pada 31 Oktober mendatang.
Menurut Noor Achmad, langkah pelarangan ini tidak hanya sejalan dengan garis kebijakan politik luar negeri pemerintah Indonesia yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina, tetapi juga sebagai bentuk nyata dalam mengakomodasi aspirasi mayoritas umat Islam.
”Mereka harus paham tentang kondisi umat Islam Indonesia. Jangan sampai bikin gaduh dengan mengundang artis asing yang terafiliasi Zionis Israel,” ujarnya.
Sebelumnya, Dewan Pimpinan MUI Pusat melalui surat Nomor: Kep-111/DP-MUI/X/2026 tertanggal 13 Oktober 2026 yang ditandatangani oleh Ketua Prof. Dr. H. Sudarnoto A. Hakim dan Sekjen Buya Dr. Amirsyah Tambunan menolak konset Andrea Bocelli di Indonesia.
Alasannya, MUI menemukan rekam jejak Bocelli dalam panggung penggalangan dana Friends of the Israel Defense Forces (FIDF) di Los Angeles Amerika Serikat pada tahun 2010, organisasi mengumpulkan dana untuk militer Israel. Selain itu, Bocelli juga tercatat pernah menggelar konser di Tel Aviv pada 2022.
MUI menilai, membiarkan figur yang diduga memberi simpati atau dukungan kepada zionisme beraktivitas di Indonesia merupakan pelanggaran serius terhadap amanah Pembukaan UUD 1945.
Serta bertentangan dengan Fatwa MUI No. 83 Tahun 2023, serta melukai perasaan rakyat Palestina. Oleh karena itu, MUI mendesak pemerintah agar bertindak tegas dengan tidak menerbitkan izin serta membatalkan seluruh agenda konser tersebut.
Penolakan publik pun kian nyata di lapangan. Sejumlah warga di Magelang dilaporkan menggelar aksi konvoi menuju Kantor Taman Wisata Candi Borobudur untuk menyampaikan penolakan atas digelarnya konser musisi kawakan tersebut.
Sementara, Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menyatakan tidak ada pembatalan rencana konser Andre Bocelli di Candi Borobudir.
Ia menjelaskan perizinan konser internasional dimulai dari rekomendasi Polresta Magelang yang ditembuskan ke Polda Jateng, untuk selanjutnya diteruskan ke Mabes Polri sebagai penentu kebijakan akhir.
“Tak ada membatalkan. Kita tidak pernah membatalkan, kita tidak pernah merekomendasikan untuk mencabut izin, tidak,” ujar Kapolda Jateng. (-)
Bagikan