Indonesia
Jumat, 15 Mei 2026 21:33 WIB
Penulis:SetyoNt
Editor:SetyoNt

Bontang, Jatengaja.com - Indonesia melakukan ekspor perdana pupuk urea sebanyak 47.250 ton ke Negara Australia, sebagai kesepakatan Presiden Prabowo dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese.
Pelepasakan ekspor pupuk urea ke Australia dilakukan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman di Dermaga BSL PT Pupuk Kalimantan Timur, Bontang, Kalimantan Timur, Kamis (14/5/2026).
Mentan mengatakan ekspor 47.250 ton menjadi tahap awal dari komitmen kerja sama total sebanyak 250.000 ton pupuk urea.
“Ke depan, volume ekspor ke Australia ditargetkan meningkat hingga 500.000 ton dengan nilai mencapai sekitar Rp7 triliun,” katanya dilansir dari infopublik.id.
Ekspor ke Australia tersebut merupakan hasil pembicaraan antara Perdana Menteri Australia dan Bapak Presiden beberapa waktu lalu.
Amran Sulaiman mengungkapkan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese sempat menelepon Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan terima kasih atas persetujuan ekspor pupuk urea dari Indonesia ke Australia.
Ekspor tersebut menjadi bagian dari kerja sama Government-to-Government (G2G) antara Indonesia dan Australia dalam memperkuat ketahanan pangan kawasan Asia-Pasifik.
Menurut Andi Amran Sulaiman, komunikasi langsung antara Perdana Menteri Australia dan Presiden Prabowo menunjukkan posisi Indonesia kini semakin diperhitungkan dalam rantai pasok pangan global, khususnya sektor pupuk.
“Perdana Menteri Australia menelepon Bapak Presiden Prabowo mengucapkan terima kasih karena Indonesia menyetujui ekspor pupuk ke Australia,” ujar Mentan.
Mentan Amran menegaskan pemerintah tetap mengutamakan kebutuhan pupuk petani di dalam negeri, sedangkan, ekspor dilakukan karena produksi nasional dalam kondisi surplus sehingga kebutuhan domestik tetap aman.
Indonesia saat ini memiliki kapasitas produksi urea yang cukup kuat untuk memenuhi kebutuhan nasional sekaligus mendukung pasar ekspor.
“Tahun ini, produksi urea nasional ditargetkan mencapai 7,8 juta ton, sedangkan kebutuhan domestik sekitar 6,3 juta ton sehingga masih terdapat surplus sekitar 1,5 juta ton,” ujar Mentan Amran.
Pengiriman urea ke Australia bukan sekadar aktivitas perdagangan, tetapi bagian dari diplomasi pangan Indonesia di tengah tantangan global. (-)
Bagikan