Mitra Binaan Undip di Jepara Berhasil Tembus Ekspor Teri Nasi ke Jepang

SetyoNt - Sabtu, 20 Juni 2026 15:03 WIB
Mitra Binaan Undip di Jepara berhasil Tembus Ekspor Teri Nasi ke Jepang. (dok. Humas Pemprov Jateng)

Jepara, Jatengaja.com - Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menjalin kerja sama dengan perusahaan Jepang Marutetsu Co, Ltd. dan Nichiyo Trading Co, Ltd yang bergerak di bidang industri perikanan.

Melalui kerja sama itu mengembangkan program pendampingan mitra binaan nelayan di Marine Science Techno Park (MSTP) Undip di Jepara. Mitra binaan Undip secara rutin mengekspor ikan teri nasi ke Jepang dan Singapura.

Hingga Juni 2026, mitra binaan UNDIP telah melaksanakan ekspor sebanyak sembilan kali ke Jepang dan Singapura. Produk ekspor yang dipasarkan saat ini masih berupa ikan teri nasi.

Untuk meningkatkan variasi produk ekspor, tim Undip bersama mitra industri saat ini aktif mengikuti berbagai kegiatan promosi dan penjajakan pasar internasional.

Pada Agustus 2026, produk hasil perikanan binaan Undip akan dipamerkan di Jepang melalui fasilitasi Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Sebelumnya, melakukan kegiatan promosi dagang di Taiwan pada 24–29 Juni 2026 sebagai bagian dari upaya membuka peluang pasar baru bagi produk perikanan Indonesia.

Rektor Undip Prof Dr Suharnomo, S.E, M.Si, menyatakan kerja sama dengan perusahaan Jepang tidak hanya bertujuan meningkatkan nilai ekspor produk perikanan, tetapi juga memperkuat kapasitas industri lokal agar mampu bersaing secara mandiri di pasar global.

Melalui pendampingan teknologi, peningkatan kualitas produk, serta akses pasar internasional, pelaku usaha lokal dapat meningkatkan daya saingnya dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

“Tujuan kami bukan sekadar mengirim produk ke luar negeri, tetapi membangun ekosistem ekonomi biru yang berkelanjutan yang berdampak positif secara sosial dan ekonomi masyarakat,” ujar Prof Suharnomo.

Dalam mendukung pengembangan industri perikanan berorientasi ekspor, Undip menyediakan berbagai fasilitas produksi di kawasan Marine Science Techno Park Jepara, antara lain cold storage, ruang pengolahan (processing room), serta ruang pendingin yang digunakan untuk menjaga kualitas produk sesuai standar pasar internasional.

Fasilitas tersebut menjadi bagian dari dukungan Undip dalam membangun rantai produksi yang memenuhi persyaratan ekspor, khususnya untuk pasar Jepang yang dikenal memiliki standar mutu yang sangat ketat.

Sementara, Kepala Badan Pengelola Kampus UNDIP Jepara, Prof Dr I Nyoman Widiasa, menjelaskan keberhasilan ekspor yang dilakukan mitra binaan menunjukkan transformasi peran kampus Jepara yang kini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan kegiatan akademik.

“Kami sedang melakukan transformasi Kampus UNDIP yang tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga sekaligus menjadi Kawasan Sains, Teknologi, dan Inkubasi Bisnis di bidang perikanan. Inkubasi Bisnis inilah yang diharapkan memberikan manfaat sosial-ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar,” ujarnya. (-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS