jawa tengah
Kamis, 12 Februari 2026 23:32 WIB
Penulis:SetyoNt
Editor:SetyoNt

Semarang, Jatengaja.com - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah menyebutkan Kawasan Industri dan Kawasan Ekonomi Khusus diminati para investor untuk membuka usaha.
Menurut Kepala DPMPTSP Jawa Tengah (Jateng), Sakina Rosellsari para investor merasa nyaman karena fasilitas sudah disediakan oleh pengelola Kawasan Industri (KI) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
“Kawasan Industri dan Kawasan Ekonomi Khusus menjadi daya tarik investor di daerah,” kata Sakina pada acara High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah, Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), serta Koridor Ekonomi, Perdagangan, Investasi, dan Pariwisata (Keris) Jawa Tengah, di Semarang, Rabu 11 Februari 2026.
Sebagai informasi, berdasarkan pendataan hingga akhir 2025, terdapat 109 perusahaan di KEK Kendal, 48 perusahaan di KEK Indutropilolis Batang, 47 perusahaan Kawasan Industri Candi Semarang, 31 perusahaan di Kawasan Industri Terboyo Semarang.
Sebanyak 24 perusahaan di Kawasan Industri Wijayakusuma Semarang, 17 perusahaan di Bukit Semarang Baru (BSB) Industrial Park, 12 perusahaan di Jateng Land Park Sayung Demak, 5 perusahaan di Batang Industrial Park, serta 3 perusahaan kawasan lainnya (Kawasan Industri Cipta dan LIK Bugangan Baru Semarang).
Untuk itu, Sakina mengajak pemerintah kabupaten dan kota lain di Jawa Tengah, memiliki kawasan industri guna menarik investor melakukan investasi di daerah mereka.
“Kawasan Pantura memiliki magnet bagi investor dikarenakan ada akses jalan tol. Namun kawasan tengah dan selatan Jawa Tengah juga potensial untuk menjadi kawasan industri,” ujarnya.
Sakina menambahkan, pada tahun 2025, sudah ada 17 proposal dari 13 kabupaten/kota yang mengajukan investment challenge. Harapannya, nanti 35 kabupaten/kota ikut semua.
Karena, penyelenggaraan investment challenge tersebut didukung Bank Indonesia, sehingga menjadi IPRO, dan siap ditawarkan dengan berbagai analisa, baik ekonomi, sosial, dan potensi industri.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi sebelumnya juga mendorong daerah untuk menciptakan kawasan ekonomi dan kawasan industri baru di daerah masing-masing.
Beberapa daerah sudah merespons dengan menyiapkan potensi kawasan ekonomi dan kawasan industri baru. Misalnya Kabupaten Cilacap, Kebumen, Banyumas, Brebes, Batang, Kendal, Demak, Semarang, dan Rembang.
"Potensinya besar dan banyak yang harus di kerjakan. Adanya kawasan ekonomi dan kawasan industri akan memudahkan untuk investasi sehingga dapat mendorong perekonomian,” ujarnya.
Sebagai informasi, nilai realisasi investasi Jawa Tengah pada tahun 2025 mencapai Rp88,50 triliun yang merupakan capaian tertinggi dalam 10 tahun terakhir.
Berdasarkan rilis dari Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 15 Januari 2026, realisasi investasi Jateng terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp50,86 triliun, serta Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp37,64 triliun. (-)
Bagikan