Setelah 24 Hari Pencarian, Yazid Ditemukan Meninggal Dunia
Karanganyar, Jatengaja.com - Setelah dilakukan pencarian selama 24 hari, pendaki gunung asal Karanganyar, Yazid Ahmad Firdaus, 26 ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Korban Yazid sebelumnya dilaporkan hilang saat mendaki Bukit Mongkrang di lereng Gunung Lawu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Pencarian melibatkan 50 personel SAR gabungan,
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya Yazid Ahmad Firdaus, yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
- Literasi Tak Sekadar Baca Buku, Tapi Bangun Peradaban
- Rumah Sakit di Jawa Tengah Tak Boleh Tolak Pasien PBI JK
- Awal Tahun 2026, Jawa Tengah Alami Deflasi 0,35 Persen
- Cegah KRDT, Gus Yasin Gagas Kelas Konsultasi Calon Pengantin
- Program PSPPI Undip Luluskan 105 Insinyur Baru
“Alhamdulillah Mas Yazid sudah ditemukan, meskipun kondisinya tidak seperti yang kita harapkan. Saya sudah berkomunikasi dengan keluarga, dan mereka menyampaikan sudah ikhlas. Semoga ini menjadi jalan terbaik bagi almarhum,” ujar Sumarno saat melayat ke rumah duka di Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Selasa malam (10/2/2026).
Jenazah Yazid ditemukan di celah tebing aliran sungai di antara Bukit Mongkrang dan Bukit Mitis, Selasa (10/2) setelah upaya pencarian intensif yang melibatkan tim SAR gabungan serta relawan dari berbagai unsur.
Sekda Jateng menyampaikan meskipun hasil pencarian tidak sesuai harapan, ditemukannya korban memberikan kepastian bagi keluarga setelah penantian panjang.
Pada kesempatan tersebut, Sumarno juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim SAR dan relawan yang telah bekerja tanpa kenal lelah selama proses pencarian di medan yang cukup berat.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan dan tim SAR yang telah menunjukkan dedikasi dan pengabdian luar biasa dalam upaya pencarian ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sumarno menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah, khususnya terkait aspek keselamatan pendakian di Bukit Mongkrang. Kawasan tersebut berada dalam pengelolaan Pemprov Jateng.
Menurutnya, Bukit Mongkrang memiliki daya tarik yang tinggi, terutama bagi pendaki pemula, namun juga menyimpan risiko yang perlu diantisipasi dengan sistem pengamanan yang memadai.
“Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungann Hidup dan Keluhatanan (DLHK). Kejadian ini menjadi evaluasi bersama untuk meningkatkan aspek keselamatan, mulai dari penataan jalur, petunjuk arah, hingga pengawasan, terutama bagi pendaki pemula,” tegasnya.
Sebagai informasi, Yazid sebelumnya dilaporkan hilang setelah melakukan pendakian di Bukit Morang pada Minggu (18/1).
- Polda Jateng Bongkar Sindikat Mafia Pupuk Bersubdisi
- Tutup KKN, Mahasiswa UTU Paparkan Transformasi Ekonomi
- Dekranasda Jateng Usung 69 UMKM Ikuti Pameran Inacraft 2026
Sementaram Kepala Kantor Basarnas Surakarta, Kamal Riswandi, menjelaskan jenazah korban ditemukan sekitar pukul 08.54 WIB oleh tim Wanadri yang sedang melakukan flying camp di kawasan tersebut.
“Posisi korban berada di bawah Mongkrang mengikuti aliran sungai. Karena jalur menuju puncak cukup curam, proses evakuasi dilakukan melalui jalur yang lebih landai di wilayah Beruk,” jelas Kamal.
Sebanyak 50 personel SAR gabungan dikerahkan dalam proses evakuasi hingga jenazah berhasil dibawa ke RSUD Karanganyar. Jenazah kemudian dipulangkan ke rumah duka sekitar pukul 20.00 WIB, disalatkan, dan dimakamkan pada malam yang sama.(-)
