jawa tengah
Sabtu, 03 Oktober 2026 10:00 WIB
Penulis:SetyoNt
Editor:SetyoNt

Semarang, Jatengaja.com - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Tengah periode 2026-2031 ikut menggerakkan sektor Usaha Mikro Kecil Menengah.
Langkah ini, menurut Ahmad Luthfi, dinilai krusial agar potensi ekonomi syariah di provinsi berpenduduk 38 juta jiwa tersebut bisa menggerakkan roda perekonomian rakyat kecil dan perekonomian daerah.
"MES sangat strategis sekali karena mayoritas penduduk Jawa Tengah itu muslim. Saya berharap programnya bisa menumbuhkan ekonomi,” katanya saat menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Tengah periode 2026-20231 di Ballroom Pandanaran, Hotel Padma, Kota Semarang, Jumat 2 Oktober 2026.
Apalagi, lanjut ia, pengembangan ekonomi syariah telah masuk dalam arah kebijakan perencanaan pembangunan Jawa Tengah 2025-2029.
Pada 2027, Pemprov Jateng juga menempatkan ekonomi syariah sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi bersama dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Oleh karenanya, ekonomi syariah di Jawa Tengah harus dikembangkan dengan menggandeng seluruh potensi masyarakat, termasuk UMKM.
“Semuanya harus punya nilai lebih, termasuk industri halal. Itulah gunanya ekonomi syariah," katanya.
Sementara, Ketua Umum MES Jateng Rezza Arief Budy Artha mengatakan, kepengurusan MES periode 2026-2031 ingin mengambil peran lebih besar dalam pembangunan ekonomi Jawa Tengah, salah satunya melalui penguatan ekspor.
“Kolaborasi akan dibuka seluas-luasnya dengan berbagai kelompok masyarakat untuk memperkuat kontribusi ekonomi syariah terhadap pertumbuhan ekonomi Jateng,” katanya.
Rezza menambahkan keterlibatan anak muda menjadi bagian penting dalam pengembangan ekonomi syariah, karena memiliki potensi untuk ikut memperbesar kontribusi sektor tersebut terhadap perekonomian daerah.
Dalam kesempatan sama, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Ketua Umum PP MES, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan potensi ekonomi syariah di Jawa Tengah sangat luar biasa.
Karenanya perlu koordinasi dan kolaborasi antara MES dengan UMKM, dunia usaha, akademisi, dan pemerintah daerah agar bisa berjalan dengan baik.
“Berharap, ekonomi syariat mempunyai porsi yang lebih besar dalam kontribusi pendapatan domestik bruto (PDB). Tahun 2027 nanti pemerintah pusat akan bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengukur kontribusi ekonomi syariah terhadap ekonomi secara keseluruhan, juga kontribusi ekonomi syariah terhadap perekonomian di daerah,” ujarnya. (-)
Bagikan