Nilai Ekspor Indonesia Agustus 2026 Capai US$26,61 Miliar, Terbesar ke Tiongkok

SetyoNt - Jumat, 02 Oktober 2026 20:06 WIB
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik, Ateng Hartono. (dok. Infoplus)

Jakarta, Jatengaja.com - Nilai ekspor Indonesia pada Agustus 2026 mencapai US$26,61 miliar, meningkat 6,72 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan Agustus 2025.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono, kenaikan ekspor terutama didorong peningkatan ekspor nonmigas yang mencapai US$25,62 miliar atau tumbuh 7,23 persen secara tahunan.

“Pada Agustus tahun 2026 nilai ekspor mencapai US$26,61 miliar atau naik sebesar 6,72 persen dibandingkan dengan Agustus tahun 2025,” katanya di Jakarta dilansir dari Infopublik.id, Jumat 2 Oktober 2026.

Berdasarkan komponennya, jelas Ateng, nilai ekspor nonmigas pada Agustus 2026 mencapai US$25,62 miliar atau meningkat 7,23 persen secara tahunan, sedangkan nilai ekspor migas tercatat senilai US$0,99 miliar, meningkat 5,10 persen secara tahunan.

Untuk kinerja ekspor nonmigas pada Agustus 2026 terutama didorong oleh sejumlah komoditas, antara lain nikel dan barang daripadanya (HS 75) yang meningkat 51,67 persen, besi dan baja (HS 72) sebesar 20,38 persen, serta aluminium dan barang daripadanya (HS 76) yang meningkat 206,78 persen secara tahunan.

Sisi sektoral, industri pengolahan menjadi kontributor terbesar terhadap ekspor nonmigas. Pada Agustus 2026, nilai ekspor sektor industri pengolahan mencapai US$22,29 miliar, atau sekitar 87 persen dari total ekspor nonmigas.

Untuk ekspor sektor industri pengolahan meningkat 12,48 persen secara tahunan. Peningkatan tersebut terutama berasal dari komoditas logam dasar bukan besi, nikel, aluminium, tembaga, serta bahan kimia dasar organik dan produk lainnya.

“Peningkatan nilai ekspor nonmigas utamanya didorong oleh sektor industri pengolahan yang naik secara year on year sebesar 12,48 persen,” kata Ateng Hartono.

Secara kumulatif Januari hingga Agustus 2026, nilai ekspor nonmigas mencapai US$185,63 miliar, meningkat 5,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut antara lain berasal dari ekspor nikel dan barang daripadanya, bahan bakar mineral, serta lemak dan minyak hewani atau nabati.

Berdasarkan negara tujuan, Tiongkok, Amerika Serikat, dan India menjadi tiga tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia. Ketiganya menyumbang 44,50 persen terhadap total ekspor nonmigas Indonesia sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

Ekspor nonmigas ke Tiongkok tercatat sebesar US$47,44 miliar meningkat 17,42 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Ekspor nonmigas ke Amerika Serikat mencapai US$22,41 miliar, dan ke India sebesar US$12,77 miliar.

“Tiga komoditas unggulan Indonesia, yakni besi dan baja, minyak kelapa sawit (CPO) dan turunannya, serta batu bara, turut mencatat pertumbuhan secara kumulatif,” ujar Ateng. (-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS

‌‌‌
‌‌‌
‌‌‌