jawa tengah
Senin, 11 Mei 2026 17:22 WIB
Penulis:SetyoNt
Editor:SetyoNt

Semarang, Jatengaja.com - Guna memperkuat investasi dan perdagangan daerah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menyelenggarakan Central Java Investment Business Forum (CJIBF) dan UMKM Grande 2026.
Pada penyelenggaraan CJIBF 2026, sebanyak 17 proyek investasi unggulan (Investment Project Ready to Offer/IPRO) ditawarkan kepada para kepada calon investor dalam dan luar negeri.
Proyek yang ditawarkan tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari renewable energy, pertanian dan hilirisasi pangan, pariwisata hingga pertambangan di Jawa Tengah.
Penyelenggaraan CJIBF 2026 dengan tema "Central Java Thriving: Strengthening Investment and Empowering SMEs for Green and Sustainable Growth" berlangsung di Ballroom Hotel PO Semarang, Senin 11 Mei 2026.
Pembukaan CJIBF dilakukan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, bersama dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, serta Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI, Todotua Pasaribu.
Acara dihadiri Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesi Jawa Tengah, M Noor Nugroho, Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, Direktur Pengembangan Promosi, Kementerian Investasi dan Hilirisasi BKPM, Rakhmat Yulianto, Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, serta perwakilan dari Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama, perwakilan negara mitra, investor, buyer internasional, dan mitra strategis lainnya.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesi Jawa Tengah, M Noor Nugroho menyatakan kegiatan CJIBF sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah untuk mendorongan pertumbuhan ekonomi melalui investasi dan perdagangan.
“Tidak berhenti sampai di sini, nanti potensi Jawa Tengah akan dipromosikan ke luar negeri melalui kantor perwakilan Bank Indonesia di luar negeri,” ujarnya.
Sementara, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi menyampaikan investasi di Jawa Tengah pada triwulan I (Januari-Maret) 2026 mencapai Rp23,02 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 92 ribu orang.
Capaian tersebut meningkat 5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional.
“Forum seperti CJIBF yang dipelopori Bank Indonesia disangat diperlukan yang dihadiri pemerintah pusat, gubernur, bupati dan wali kota untuk pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah,” ujar Ahmad Luthfi.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman menyatakan pentingnya sinergitas antara investasi dan penguatan UMKM dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing di tengah dinamika ekonomi global.
Sedangkan, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI, Todotua Pasaribu menyatakan provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang realisasi investasinya tertinggi secara nasional.
“Melalui CJIBF untuk menjaga pertumbuhan investasi dan mengeksplorasi potensi project development investasi yang ada di wilayah Jawa Tengah,” katanya.
Ia menambahkan ke depan sesuai program pemerintah, investasi akan dirahkan ke hilirisasi dan sektor green energi.
Sebanyak 17 proyek investasi unggulan yang ditawarkan calon investor antara lain, sektor renewable energy antara lain Candi Umbul Telomoyo Geothermal Power Plant milik Geo Dipa Energy, Logawa Minihydro Power Plant di Banyumas, Agricultural Waste Utilization for Biomass Energy di Grobogan, dan Waste to Refuse Derived Fuel di Demak dan Pati.
Sektor pertanian dan hilirisasi pangan, terdapat proyek Integrated Coconut Industry, Integrated Shrimp Industry, dan Integrated Fisheries Special Zone di Cilacap, Salt Industry di Jepara, Warehouse Receipt System and Agribusiness Subterminal di Grobogan, Fishery Industry Center di Pati, Modified Cassava Flour Industry di Banjarnegara, dan Warehousing and Industrial Salt Processing di Brebes.
Sektor pariwisata, terdapat proyek pengembangan Taman Kyai Langgeng Ecopark di Kota Magelang, proyek Pengembangan Pulau Panjang di Jepara, dan Pengembangan Deyangan Resort di kawasan Borobudur (proyek dimiliki TWC) di Kabupaten Magelang.
Pada sektor pertambangan terdapat proyek Mineral Extraction dari Geo Dipa Energy di Kabupaten Banjarnegara.
Calon investor juga dipertemukan dengan empat kawasan industri utama di Jawa Tengah, yaitu Kendal Special Economic Zone, Industropolis Batang Special Economic Zone, Wijayakusuma Industrial Park, dan Jatengland Industrial Park Sayung.
Selain penyelenggaraan CJIBF, sebagai bagian dari rangkaian penguatan perdagangan dan pengembangan UMKM, Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah turut menyelenggarakan UMKM Grande 2026 pada 7-11 Mei 2026 di Atrium Mall Paragon Semarang dengan mengangkat tema “Tumbuh, Tangguh, dan Mendunia”.
Tahun ini, UMKM Grande menghadirkan sekitar 90 UMKM unggulan Jawa Tengah dari sektor fashion, kriya dan aksesoris, home decor, furnitur, makanan dan minuman, hingga kopi. (-)
Bagikan