UMKM
Sabtu, 05 September 2026 07:45 WIB
Penulis:SetyoNt
Editor:SetyoNt

Semarang, Jatengaja.com - Pelaksanaan gelaran Festival Kota Lama Semarang 2026 diperpanjang, dari semula akan belangsung selama 11 hari, menjadi 17 hari, yakni 4-20 September 2026.
Perpanjangan Festival Kota Lama (FKL) Semarang guna mendukung kegiatan kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-31 di Semarang pada 11-20 September 2026, yang akan dihadiri ribuan orang dari seluruh Indonesia.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah Sumarn, mendukung langkah perpanjangan tersebut, karena kedatangan peserta MTQ menjadi momentum yang tepat untuk memperkenalkan Kota Lama sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Sekitar 7.000 orang dari berbagai provinsi diperkirakan hadir dalam gelaran MTQ Nasional. Harapannya ini akan membawa dampak lebih besar lagi,” kata Sumarno pada Opening Ceremony Festival Kota Lama XV 2026 di Fasad Gedung Yayasan Kanisius, Kawasan Kota Lama Semarang, Jumat 4 September 2026.
Sumarno menyebut momentum MTQ Nasional harus dimanfaatkan untuk memberikan pengalaman wisata kepada para tamu yang datang ke Jawa Tengah.
Terlebih, Kota Lama merupakan salah satu ikon wisata Kota Semarang yang memiliki nilai sejarah sekaligus berkembang sebagai ruang aktivitas seni, budaya, dan ekonomi kreatif.
“Kami dari Pemprov Jateng sangat mengapresiasi Festival Kota Lama. Kota Lama ini peninggalan sejarah yang harus kita jaga,” katanya.
Sumarno menambahkan, pengembangan kawasan wisata dan ekonomi kreatif juga sejalan dengan program Pemprov Jateng dalam mendorong sektor pariwisata.
Sementara, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, perpanjangan Fastival Kota Lama dilakukan agar peserta MTQ Nasional memiliki kesempatan menikmati berbagai kegiatan di Kota Lama Sermarang.
“Saya lihat jadwal MTQ ini rapat banget. Wah, kapan ini bisa jalan-jalan lihat Festival Kota Lama. Kemudian dibuatkan proses perpanjangan dengan berbagai macam unsur tambahan yang akhirnya bisa ditutup hampir bersamaan dengan ketika MTQ Nasional ke-31 ditutup,” ujarnya.
Ia menjelaskankonsep “Unity in Diversity” yang diusung sangat sesuai dengan karakter Kota Lama sebagai ruang yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.
“Kota Lama ini bukan hanya ikon Hindia Belanda. Tetapi juga sudah merangkum seluruh kegiatan seni dan budaya dari berbagai macam keanekaragaman yang ada di Kota Semarang,” katanya.
Beragam kegiatan disiapkan sepanjang pelaksanaan FKL XV, antara lain Pasar Malam Sentiling pada 4-13 September, Orkes On The Street and Dance, Rijsttafel Dinner.
Gowes Semarang Heritage, Chess Kota Lama, Living Book, Living Story, Zwemers Belanda, Wayang Orang On The Street, Festival Folklore Kota Lama, hingga pertunjukan 1.000 Angklung Berkebaya.(-)
Bagikan