Cegah KRDT, Gus Yasin Gagas Kelas Konsultasi Calon Pengantin

Senin, 09 Februari 2026 18:14 WIB

Penulis:SetyoNt

Editor:SetyoNt

kelas nikah.jpg
Cegah KRDT, Gus Yasin (kanan) mengagas Kelas Konsultasi untuk Calon Pengantin. (dok. Humas Pemprov Jateng)

Semarang, Jatengaja.com - Mencegah munculnya persoalan yang memicu terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen menggagas kelas konsultasi bagi calon pengantin.

"Di tengah keterbatasan anggaran, saya ingin memiliki program kelas konsultasi untuk calon pengantin. Program ini sangat penting mengingat kompleksnya persoalan yang dihadapi dalam rumah tangga,” katanya saat menerima audiensi Badan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Jawa Tengah di Semarang,  Senin  9 Februari 2026. 

Adanya kelas konsultasi calon pengantin ini, lanjut Gus Yasin panggilan wakil gubernur Jawa Tengah (Wagub Jateng), diharapkan juga dapat mencegah munculnya persoalan yang memicu Kekerasan Dalam Rumah Tangga. 

“Berharap, BP4 juga dapat berkolaborasi dengan program Kecamatan Berdaya, yang memiliki program paralegal bagi masyarakat terdampak kekerasan dalam rumah tangga,” ujarnya.

Ketua BP4 Jawa Tengah (Jateng), Eman Sulaeman memberikan dukungan tentang kelas konsultasi untuk calon pengantin yang digagas Taj Yasin, karena sangat besar manfaatnya. 

“Berharap bias terjalin kolaborasi dengan Pemprov Jateng dalam mewujudkan harmonisasi keluarga di Jawa Tengah,” harapnya. 

Eman menambahkan tugas BP4 Jateng adalah memediasi, advokasi keluarga yang berkonflik, sampai dengan mitigasi dampak negatif perceraian, utamanya kepada anak-anaknya. 

“Lembaga kami juga memiliki konsultan dan fasilitator yang tersertifikasi sehingga selaras dengan program Pemprov Jateng,”ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jateng, Ema Rachmawati mengatakan, sudah memiliki sejumlah program dalam menunjang ketahanan keluarga antara, generasi reproduksi dan ketahanan keluarga. 

Menurut Ema, rencana tentang kelas konsulasi untuk calon pengantin juga sudah mengemuka, meskipun nantinya akan dilaksanakan secara daring. 

"Kami sudah membahas dengan BP4 dan berencana untuk membuka kelas konsultasi untuk calon pengantin, karena berkeluarga bukan hanya senang-senang saja, tetapi tantangannya sangat berat," jelasnya. 

Adapun materi kelas calon pengantin yang akan dilakukan melalui ruang zoom, imbuh Ema,  dapat menggunakan modul yang diterbitkan Kementrian Agama, dengan menghadirkan konsultan dan fasilitator yang tersertifikasi Mahkamah Agung, antara lain dari BP4 Jateng. (-)