Business Matching PaDi UMKM Catat Transaksi Rp30 Miliar

Selasa, 24 Januari 2023 18:42 WIB

Penulis:Sulistya

Editor:Sulistya

24 telkom.jpeg
Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM KBUMN Loto Srinaita Ginting (tengah), Kepala Dinas PPKUKM Pemprov DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo (kedua dari kiri), berfoto bersama dengan Direktur Digital Bisnis Telkom Fajrin Rasyid (paling kiri), EVP Digital Business & Technology Telkom Saiful Hidajat (kedua dari kanan), dan Deputy EVP Marketing Telkom Regional 2 Reni Yustiani (paling kanan) pada acara Business Matching PaDi UMKM di Aryaduta Hotel.

Jakarta, Jatengaja.com – Platform digital PaDi UMKM menggelar Business Matching di Aryaduta Hotel, Jakarta. Platform besutan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) itu berhasil mencatatkan nilai transaksi lebih dari Rp30 miliar dengan peningkatan sebesar 2,5 kali lipat lebih tinggi dibandingkan nilai transaksi sepanjang tahun 2022.

Direktur Digital Bisnis Telkom, Fajrin Rasyid mengatakan, UMKM telah memberikan kontribusi lebih dari 60% bagi PDB nasional pada tahun 2022.  Kehadiran PaDi UMKM yang berada di bawah payung Leap-Telkom Digital untuk menghubungkan BUMN dan UMKM melalui ekosistem digital. 

“Ini semakin penting untuk diperhatikan di tahun 2023 untuk menghindari isu resesi dunia.  Meskipun banyak pihak juga yang mengatakan Indonesia masih akan kuat dan ekonomi nasional tetap akan tumbuh. Untuk itu, diharapkan masyarakat terutama BUMN dapat meningkatkan transaksi kepada UMKM,” kata Fajrin.

Dikatakan, sebagai upaya dalam megakselerasi transaksi antara BUMN dan UMKM, PaDi UMKM telah mengadakan banyak kegiatan, salah satunya melalui Business Matching. Selain itu, PaDi UMKM telah menyelenggarakan tujuh kegiatan Business Matching di tujuh kota berbeda di Indonesia dengan nilai transaksi terbesar di Kota Balikpapan dengan jumlah lebih dari Rp12 miliar.

Proses Pengadaan 

Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN, Loto Srinaita Ginting, mengingatkan BUMN untuk selalu menjaga proses pengadaan masing-masing perusahaan. 

“Sebagaimana imbauan yang disampaikan KPK serta arahan Menteri BUMN kepada Direksi BUMN beberapa waktu lalu, bahwa salah satu yang rawan akan penyelewengan adalah proses pengadaan. Untuk itu dengan hadirnya PaDi UMKM harapannya meminimalisir atau bahkan menghilangkan potensi tersebut,” kata Loto. 

Loto juga turut mengajak Pemerintah Daerah (Pemda) dan BUMN lainnya untuk memprioritaskan produk UMKM dalam negeri dengan memanfaatkan platform PaDi UMKM. 

Kepala Dinas PPKUKM Pemprov DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo menuturkan, Business Matching dari PaDi UMKM selaras dengan program Pemprov DKI Jakarta dalam rangka pemberdayaan dan mendorong kemajuan UMKM.

Sejak diluncurkan pada pertengahan tahun 2020, nilai transaksi yang dihasilkan antara BUMN dan UMKM lewat PaDi UMKM mencapai lebih dari Rp5,1 triliun dari 240 ribu jumlah transaksi. Hingga saat ini, sudah ada 92 BUMN yang tergabung di PaDi UMKM dan lebih dari 55 ribu UMKM yang terdaftar sebagai pengguna. 

PaDi UMKM juga terintegrasi dengan produk digital lain yang berada di bawah payung Leap, sebagai upaya dalam akselerasi digital yang merata bagi masyarakat di seluruh Indonesia serta mewujudkan kedaulatan digital nasional. Informasi lebih lengkap terkait PaDi UMKM dapat diakses melalui tautan https://leap.digitalbisa.id/our-product/padi-umkm. (-)