jawa tengah
Rabu, 06 Mei 2026 17:30 WIB
Penulis:SetyoNt
Editor:SetyoNt

Semarang, Jatengaja.com - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah (Jateng) pada triwulan I (Januari-Maret) tahun 2026 tumbun sebesar 5,89% secara tahunan.
Kepala BPS Jateng, Ali Said menyatakan pertumbuhan ekonomi Jateng ini meningkat dibandingkan periode yang sama di tahun 2025 sebesar 4,96 persen
“Pertumbuhan ekonomi provinsi Jateng berada di atas rata-rata pertumbuhan nasional, yang pada triwulan I tahun 2026 sebesar 5,61 persen,” katanya keterangan, Selasa 5 Mei 2026.
Secara nominal, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah mencapai Rp511,99 triliun (harga berlaku), sementara secara riil sebesar Rp315,73 triliun (harga konstan 2010).
“Industri pengolahan masih menjadi fondasi utama ekonomi dengan kontribusi 32,69 perse terhadap PDRB, meskipun pertumbuhannya relatif moderat di angka 4,04 persen,” ujar Ali.
Angka pertumbuhan ini menunjukkan industri tetap menjadi tulang punggung, namun dorongan pertumbuhan mulai menyebar ke sektor-sektor berbasis jasa dan mobilitas.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama dengan kontribusi 60,01 persen. Untuk konsumsi pemerintah tumbuh signifikan sebesar 19,36 persen.
Penguatan pertumbuhan ekonomi ini berjalan seiring dengan meningkatnya kepercayaan investor terhadap Jawa Tengah.
Pada triwulan I tahun 2026, realisasi investasi Jawa Tengah tercatat mencapai Rp23,02 triliun atau 23,23% dari target tahunan sebesar Rp99,09 triliun.
Komposisinya terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp12,98 triliun (56,40%) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp10,04 triliun (43,60%).
Investasi tersebut tidak hanya memperkuat kapasitas produksi, tetapi juga berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja yang mencapai 92.000 orang dengan total 24.957 proyek.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan, capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,89% merupakan hasil kerja bersama lintas sektor yang terus diperkuat, yakni dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.
“Alhamdulillah, pertumbuhan ini menunjukkan arah yang semakin baik. Ini bukan kerja satu pihak, tapi hasil gotong royong dan kolaborasi semua elemen,” ujarnya. (-)
Bagikan