Gubernur
Selasa, 24 Februari 2026 22:29 WIB
Penulis:SetyoNt
Editor:SetyoNt

Salatiga, Jatengaja.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah menyalurkan bantuan usaha tahap II tahun 2025, kepada sebanyak 1.750 mustahik atau penerima zakat.
Nilai bantuan yang disalurkan kepada 1.750 mustahik itu mencapai Rp5,25 miliar, karena masing-masing orang menerima bantuan usaha senilai Rp3 juta.
Penyerahan bantuan usaha dari Baznas Jawa Tengah (Jateng) ini secara simbolis dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kota Salatiga, Selasa 24 Februari 2026.
Gubernur Luthfi secara simbolis menyerahkan bantuan kepada perwakilan mustahik (penerima zakat) dari Kota Salatiga, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Boyolali.
Ketua Baznas Provinsi Jateng, KH Ahmad Darodji menyatakan bantuan usaha ini merupakan stimulus untuk memperkuat usaha mikro masyarakat agar berkembang dan mandiri.
“Bantuan ini bukan untuk konsumsi, tetapi untuk diputar sebagai modal usaha. Kami juga melakukan pendampingan agar usaha mereka berkembang. Harapannya, dari mustahik bisa menjadi muzaki (pemberi zakat),” ujarnya.
Ia menambahkan, pada 2026 Baznas Jateng merencanakan penyaluran modal usaha bagi 3.500 mustahik. Selain itu, juga terdapat dukungan program bantuan paket dari Baznas RI sebanyak 1.500 paket.
Selain penguatan ekonomi, Baznas Jateng juga menyalurkan bantuan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2026 sebanyak 750 unit dengan total nilai Rp15 miliar, bekerja sama dengan Disperakim Provinsi Jawa Tengah.
“Secara kumulatif, total bantuan RTLH yang telah disalurkan Baznas mencapai 2.874 unit dengan total nominal sekitar Rp47,015 miliar,” ucapnya.
Di bidang pendidikan, Baznas Jateng telah menyalurkan beasiswa kepada 4.434 mahasiswa melalui 15 perguruan tinggi senilai Rp15,88 miliar, dan beasiswa 96.042 siswa SMA/SMK/SLB melalui UPZ senilai Rp31,6 miliar.
Sementara dalam program pemberdayaan ekonomi, Baznas telah menggelar 21 jenis pelatihan kerja dengan total peserta 13.816 orang.
Sementara, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyatakan pemerintah memiliki tanggung jawab besar dalam menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut gubernur bantuan modal usaha dari Baznas ini sebagai stimulus untuk menggerakkan ekonomi mikro yang jumlahnya mencapai sekitar 4,2 juta pelaku usaha di Jawa Tengah.
“Modal ini sebagai stimulus. Diputer. Jangan dikonsumsi. Penerima bantuan harus naik kelas. Dari mikro jadi kecil, dari kecil jadi menengah. Jangan setelah dibantu malah stagnan,” tegas Luthfi.
Salah satu penerima bantuan, Kholidah mengaku senang mendapatkan bantuan serta berharap dapat berkembang, mandiri, dan suatu saat menjadi pemberi manfaat bagi masyarakat lainnya.
“Alhamdulillah bersyukur banget dengan bantuan dari Baznas. Harapannya usaha lebih maju dan bantuan ini untuk modal,” katanya. (-)
Bagikan