Akselerasi Ekspor, Disperindag Jateng Luncurkan Inovasi "Kersen Hacker"

Rabu, 19 Agustus 2026 11:41 WIB

Penulis:Sulistya

Editor:Sulistya

19 dagang.jpeg
Business matching dilaksanakan antara 15 pelaku usaha/eksportir Jawa Tengah dengan Kepala ITPC Dubai Widy Haryono dan 7 orang buyers dari UEA secara hybrid.

Semarang, Jatengaja.com – Selama ini, kinerja ekspor Jawa Tengah masih sangat bergantung pada pasar tradisional seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, Jepang, dan China. 

Ketergantungan ini rentan terhadap gejolak ekonomi global. Ketika ekonomi negara-negara tersebut melambat akibat krisis global, mengalami resesi, inflasi tinggi, atau kebijakan proteksionisme, kinerja ekspor Jawa Tengah akan langsung merosot tajam. 

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah secara resmi memperkenalkan inovasi strategis bernama “KERSEN HACKER” (Kemitraan Strategis dengan Perwakilan Perdagangan sebagai Growth Hacker Pasar Global untuk Optimalisasi Ekspor Non-Tradisional Jawa Tengah). 

Business matching dilaksanakan antara 15 pelaku usaha/eksportir Jawa Tengah dengan Kepala ITPC Dubai Widy Haryono dan 7 orang buyers dari UEA secara hybrid.

Terobosan ini dirancang untuk mendongkrak ekonomi daerah dengan membuka akses pasar ekspor baru di kawasan non-tradisional yang memiliki potensi pertumbuhan ekonomi tinggi.

Inovasi KERSEN HACKER hadir sebagai solusi untuk melakukan diversifikasi pasar ke negara-negara non-tradisional yakni kawasan Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin.

Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Disperindag Provinsi Jawa Tengah sekaligus Project Leader inovasi ini, Suci Baskoro Wati SS MBus, menjelaskan bahwa diversifikasi atau penetrasi ekspor ke pasar non-tradisional tidak dapat ditunda lagi. 

Selama ini penetrasi ke pasar non-tradisional belum optimal karena keterbatasan market intelligence serta kurangnya literasi ekspor bagi UMKM lokal kita.  Gagasan ini cukup inovatif karena mengubah paradigma hubungan birokrasi antara Disperindag Provinsi Jawa Tengah dengan Perwakilan Perdagangan di luar negeri (Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center/ITPC). 

"Kami tidak lagi memandang ITPC sekadar sebagai fasilitator birokrasi, melainkan sebagai growth hacker yang proaktif mencari celah pasar (market hacking), menguji produk UMKM Jawa Tengah langsung ke pembeli potensial, dan memotong jalur distribusi yang panjang. Ini adalah strategi tepat in this economy, cepat, dan berbiaya efisien untuk menembus pasar yang selama ini dianggap sulit," ujar Suci.

Pada milestone jangka pendek (60 hari kalender) Suci memilih negara Uni Emirat Arab (UEA) dan melakukan kemitraan strategis dengan Kepala ITPC Dubai dengan pertimbangan hasil analisis karena UEA merupakan pasar non-tradisional dengan trend pertumbuhan tinggi dan konsisten. 

Selain itu, memiliki Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) dan bea masuk yang relatif rendah bagi produk Indonesia.Juga, berperan sebagai gerbang logistik (hub) menuju kawasan Timur Tengah, Asia Selatan, dan Afrika. 

Penetrasi Pasar

UEA juga memiliki riwayat impor komoditas non-migas asal Jawa Tengah yang beragam sehingga risiko penetrasi pasar relatif lebih terukur dibandingkan negara non-tradisional lain yang belum memiliki riwayat perdagangan dan memiliki Perwakilan Perdagangan (ITPC Dubai).

Adapun pada milestone jangka menengah dan panjang, Suci bersama tim Bidang Perdagangan Luar Negeri akan melanjutkan upaya penetrasi ke pasar non-tradisional lainnya.  Suci menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kepala ITPC Dubai yang telah berkenan untuk melakukan kerja sama strategis dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan memfasilitasi pertemuan importir/buyer UEA dengan pelaku usaha Jawa Tengah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, July Emmylia SE MM, selaku mentor, memberikan dukungan penuh terhadap aksi perubahan ini. Menurutnya, KERSEN HACKER merupakan inovasi yang selaras dengan upaya transformasi layanan pengembangan ekspor daerah. 

Kolaborasi strategis dengan perwakilan perdagangan diharapkan mampu memperkuat intelijen pasar, membuka akses ke pasar-pasar non-tradisional yang potensial, memperluas jejaring bisnis internasional, serta mempercepat peningkatan daya saing dan ekspor produk unggulan daerah. 

Emmy meyakini implementasi proyek ini akan memberikan nilai tambah yang nyata bagi pelaku usaha dan mendukung terwujudnya pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan melalui penguatan kemitraan global yang adaptif dan berorientasi pada hasil. 

Aksi perubahan ini berdampak langsung terhadap pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Dinas, khususnya dalam meningkatkan volume dan nilai ekspor non-migas Jawa Tengah, serta memperluas diversifikasi pasar global guna memitigasi risiko ketergantungan pada pasar tradisional. Adopsi konsep growth hacker ke dalam manajemen perdagangan luar negeri merupakan suatu hal baru yang belum dilakukan di organisasi kami. Ini menekankan pada eksperimentasi cepat, pemanfaatan data perilaku konsumen, penetrasi digital, serta pendekatan low-cost high-impact untuk mendongkrak ekspor UMKM Jawa Tengah.

Implementasi KERSEN HACKER diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang signifikan, mulai dari efisiensi anggaran daerah melalui optimasi aset yang ada, hingga lonjakan nilai ekspor riil yang akan menyerap tenaga kerja lokal di sektor industri dan pertanian.

Dengan diluncurkannya KERSEN HACKER, Disperindag Jawa Tengah optimistis dapat membawa produk unggulan lokal menjadi motor penggerak ekspor non-tradisional yang tangguh di kancah global.  Ekspor Jawa Tengah berani Mendunia!

Setelah acara launching, sebagai tindak lanjut aksi, dilaksanakan business matching antara 15 pelaku usaha/eksportir Jawa Tengah dengan Kepala ITPC Dubai Widy Haryono dan 7 orang buyers dari UEA secara hybrid. Jawa Tengah menawarkan 6 komoditas unggulan sesuai keminatan importir/buyers UEA, yakni furniture rotan, gula kelapa, briket/arang batok kelapa, home decor, produk herbal, dan keramik. (-)