Stok LPG Subsidi 3 Kg di Jateng Aman, Masyarakat Tak Perlu Panik
Karanganyar, Jatengja.com - Stok LPG, termasuk LPG subsidi 3 Kg di Jawa Tengah (Jateng) dalam kondisi aman tidak terjadi kekurangan, sehingga masyarakat tidak perlu panik.
Hal ini disampaikan Gubernur Jateng) Ahmad Luthfi di selai meninjau SPPBE Wijaya Sarana Gasindo, Karanganyar bersama Executive General Manager Regional Jawa Bagian Tengah, Fanda Chrismianto, Rabu 8 April 2026.
Penijauan ke Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di Karanyanyar untuk memastikan kesiapan dan kelancaran distribusi LPG subsidi 3 Kg di wilayah tersebut.
- Usaha Siti Julaeha Sukses Berkat Dukungan Holding Ultra Mikro
- Layanan Kesehatan Gratis BRI Peduli Jangkau 9.500 Warga Indonesia
- Rumah Terapi Tanda Cinta Bagi ABK dan Disabilitas di Temanggung
- Pemerintah Pastikan Harga BBM Pertalite Tak Naik Hingga Akhir 2026
- Dapur Sederhana Jadi Awal Sukses Usaha Kue Perempuan Ini Bersama BRI
Ahmad Luthfi menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah akan memastikan distribusi LPG subsidi 3 Kg berjalan tepat sasaran.
“Kami pastikan stok LPG di Jawa Tengah dalam kondisi aman, sehingga masyarakat tidak perlu panik,” kata gubernur Jateng.
Luthfi meminta seluruh kepala daerah bersama TPID untuk aktif melakukan pengawasan di lapangan, termasuk menertibkan penggunaan LPG subsidi 3 kg di sektor usaha agar subsidi benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak.
Masyarakat tidak perlu khawatir atau terpengaruh isu dari wilayah lain terkait ketersediaan LPG, karena dipastikan tidak ada penimbunan, distribusi berjalan dengan baik dan terpantau.
“Pemerintah Provinsi menekankan pentingnya penggunaan LPG subsidi 3 kg secara tepat sasaran,” tandasnya.
Untuk itu, Luthfi meminta seluruh kepala daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk melakukan pengawasan dan sidak di lapangan.
Sektor usaha seperti hotel, restoran, catering, dan laundry, akan dilakukan penertiban apabila masih menggunakan LPG subsidi 3 kg, serta didorong untuk beralih ke LPG non-subsidi.
Gubernur juga meminta dukungan aparat penegak hukum untuk menindak tegas praktik ilegal yang merugikan masyarakat.
“Koordinasi dengan Polda Jawa Tengah terus diperkuat untuk mengungkap potensi penimbunan maupun pengoplosan LPG di wilayah Jawa Tengah,” ujar Luhfi.
Sementara, Executive General Manager Regional Jawa Bagian Tengah, Fanda Chrismianto melaporkan kondisi stok LPG di Jawa Tengah dalam keadaan aman dengan ketahanan stok mencapai 14.752 MT (Metrik Ton).
Khusus untuk wilayah Karanganyar, alokasi harian LPG subsidi 3 kg tercatat sebesar 143,8 MT, yang disalurkan melalui agen dan pangkalan resmi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
- Mulai 1 April 2026, Beli BBM Bersubsidi Pertalite dan Solar Dibatasi
- Manaker Terbitkan Surat Edaran Penerapan WFH Perusahaan Swasta
- Tarif Listrik PLN Bulan April-Juni 2026 Dipastikan Tak Naik
“Kami memastikan penyaluran LPG berjalan optimal dengan stok yang aman, termasuk di Karanganyar. Pertamina juga terus meningkatkan pengawasan di lapangan serta mengimbau masyarakat untuk membeli di pangkalan resmi agar harga sesuai HET dan distribusi tetap terjaga,” jelasnya.
Ia menambahkan Pertamina terus mengedukasi masyarakat untuk melakukan pembelian di pangkalan resmi agar memperoleh harga sesuai ketentuan dan memastikan ketersediaan tetap terjaga.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak dan sesuai kebutuhan, serta tidak melakukan penimbunan. Dengan konsumsi yang wajar dan tepat sasaran, ketahanan energi di Jawa Tengah dapat terus terjaga dan dinikmati secara merata seluruh lapisan masyarakat,” imbau Fanda. (-)
