Rumah Bersama Ekspor Jateng Dukung UMKM Tembus Pasar Global
Semarang, Jatengaja.com - Guna mendukung UMKM tembus pasar global diluncurkan Rumah Bersama Ekspor Jawa Tengah (Jateng) atau Central Java Trade and Export Center (CJTEC).
Peluncuran dilakukan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jateng Nawal Arafah Yasin, Direktur Kadin Indonesia Trading House (ITH) Esther Mandagi, Ketua Kadin Jateng Harry Nuryanto, serta Koordinator CJTEC Syahnaz Nadya di Grand Candi Hotel Semarang, Jumat 30 Januaro 2026.
Nawal Arafah Yasin menyatakan CJTEC hadir sebagai rumah bersama, yang menghubungkan Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan peluang ekspor ke berbagai negara.
- Jateng Dapat DAK Nonfisik Rp17,6 Miliar untuk Perpustakaan
- 18 Tahun SRC, Pesta Retail 2026 Dorong UMKM Berdaya Saing
- SRC Bawa Semangat UMKM Mandiri di Pesta Retail 2026
- Atlet Disabilitas Jateng Raih 116 Medali di ASEAN Para Games
- Jadi Deputi BI, Thomas Djiwandono Miliki Harta Rp74 Miliar
Pasalnya selama ini, pelaku UMKM masih menghadapi sejumlah tantangan untuk masuk ke pasar dunia, mulai dari perbedaan budaya, bahasa, hingga karakteristik pasar.
“Harapannya CJTEC ini bisa menjadi penghubung, menjadi pendamping pelaku UMKM, supaya mereka bisa ke pasar global," katanya.
Istri Wakil Gubernur Jateng ini menyatakan CJTEC tidak hanya berfungsi sebagai penghubung, tetapi juga pendamping UMKM agar lebih siap menghadapi pasar internasional.
Salah satu peran pentingnya ialah sebagai rumah kurasi produk, sehingga kualitas dan kesiapan produk UMKM dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar tujuan.
"Selama ini kita banyak dibantu oleh Bank Indonesia dalam proses kurasi, tetapi dengan hadirnya CJTEC, pelaku UMKM juga nanti bisa memahami karakteristik pasar seperti apa,” ujarnya.
Menurut dia, meskipun jumlah pelaku UMKM di Jateng sangat besar, pelaku yang mengikuti pameran maupun ekspor masih terbatas. Harapannya, CJTEC bisa menjadi wadah kurasi, agar produk UMKM memenuhi standar kualitas dan daya saing pasar.
Di samping itu, Dekranasda Jateng juga akan melibatkan CJTEC dalam hal fasilitasi business matching atau ajang temu bisnis, antara pengrajin UMKM dengan calon buyer maupun eksportir.
"Ke depan, kita harus lebih menumbuhkan keberanian UMKM yang masih embrio, supaya naik kelas. Itu PR kita. Kemudian bisnis matching juga harus dilakukan di Dekranasda, nantinya bisa juga dengan CJTEC ini," ungkap Nawal.
Sementara, Ketua Kadin Jateng, Harry Nuryanto mengatakan, ide menggagas Rumah Bersama Ekspor Jateng muncul karena banyaknya tantangan di dunia usaha, terutama sektor UMKM.
Ia menambahkan hadirnya CJTEC bertujuan untuk mengintegrasikan berbagai fungsi strategis. Yakni sebagai pusat data dan inteljen ekspor, rumah kurasi dan kesiapan ekspor, hubungan jejaring ekspor, pusat peningkatan kapasitas, fasilitas pembiayaan, serta kebijakan vokasi bagi pelaku usaha.
"Kami berharap bisa bersama-sama bergabung dalam ekosistem CJTEC, dan berkolaborasi bersama untuk melangkah lebih cepat, lebih jauh menembus pasar global," harap Harry. (-)
