Wapres Gibran Didampingi Gubernur Jateng Temui Korban Keracunan MBG di Batang

SetyoNt - Senin, 28 September 2026 22:22 WIB
Wapres Gibran Didampingi Gubernur Jateng (satu dan dua dari kanan) Temui Korban Keracunan MBG di Batang. (dok. Humas Pemprov Jateng)

Batang, Jatengaja.com - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menemui korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Dalam kegiatan itu, Gibran yang didampingi Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Limpung, Puskesmas Bawang, dan SD Pasusukan Bawang, Senin 28 September 2026.

Di Puskesmas Bawang saat ini masih ada delapan orang, yang terdiri atas empat orang dewasa dan empat orang usia pelajar.

Gibran dan Ahmad Luthfi, serta Bupati Batang M Faiz Kurniawan langsung menuju Ruang Anggrek, Dahlia, dan Mawar untuk menemui sejumlah korban.

Setelah dari Puskesmas Bawang, Wapres dan Gubernur Jateng kemudian meninjau dan berdialog dengan para wali murid di SD Negeri Pasusukan.

Dalam dialog itu, para wali murid tidak meminta program MBG dihentikan. Mereka berharap program tersebut tetap berjalan dengan tata kelola yang lebih baik.

Menurut wali murid, Nuriah, perlu dilakukan perbaikan program MBG agar kejadian keracunan tidak kembali terjadi.

“Pengalaman tersebut masih meninggalkan trauma kepada anak-anak,” kata Nuriah yang anaknya sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama tiga hari akibat keracunan MBG.

Nuriah berharap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi sehingga tidak ada lagi anak yang mengalami kejadian serupa.

Dalam kunjungan tersebut, Gibran dan Ahmad Luthfi juga menyapa para siswa yang terdampak keracunan MBG. Salah satunya Faiz Fatih Ardani, siswa kelas 6 SD Negeri Pasusukan

Faiz mengatakan kondisinya kini sudah membaik dan masih dalam masa pemulihan. “Semoga itu program MBG bisa diperbaiki dan dilanjutkan,” harapnya.

Seperti diketahui, sebanyak 26 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 SD Negeri Pasusukan mengalami keracunan setelah memakan makanan MBG terdampak .

Selain siswa, terdapat tujuh orang terdampak, termasuk kepala sekolah. Para korban mulai merasakan gejala secara bervariasi sejak Rabu (23/9/2026).

Kepala SD Negeri Pasusukan Maryana mengatakan, gejala tidak muncul secara bersamaan setelah makanan MBG dikonsumsi.

“Makanan tiba sekitar pukul 08.30 dan dikonsumsi siswa sekitar pukul 09.00 WIB saat jam istirahat. Namun, keluhan baru muncul beberapa jam kemudian,” ujarnya.

Menurut Maryana, waktu munculnya gejala pada siswa juga berbeda-beda. Ada yang mulai merasakan keluhan pada malam hari dan ada pula yang baru mengalami gejala pada keesokan harinya.

Maryana mengatakan, 26 siswa yang terdampak telah pulang ke rumah, sedangkan satu guru masih menjalani perawatan di RSUD Limpung. Keluhan yang paling banyak dirasakan adalah mual dan diare.

“Berharap kejadian tersebut menjadi perhatian agar pelaksanaan MBG ke depan semakin aman bagi anak-anak,” harapnya.

Kepala Puskesmas Bawang Ida Suryani, mengatakan penanganan dimulai pada Rabu saat pasien berdatangan ada sebanyak 597 orang dengan rincian 32 rawat jalan di puskesmas, 384 orang rawat jalan, dan 182 orang dirujuk ke RSUD Limpung, RSUD Batang, dan Puskesmas Rawat Inap lainnya di Batang. Rentang usia korban mulai dari balita sampai lansia.

Ia menjelaskan, keluhan yang diderita pasien saat tiba di Puskesmas Bawang adalah mual, sakit perut, muntah, diare, dan panas-dingin.

“Dari hasil pemeriksaan belum diketahui secara pasti terkait penyebabnya, hasil laboratorium baru akan keluar setelah 20 hari,” katanya. (-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS

‌‌‌
‌‌‌
‌‌‌