Pemprov Jateng Gulirkan Program JTAB Petani Gajian, Tiap Bulan Petani Dapat Gaji

SetyoNt - Jumat, 18 September 2026 00:09 WIB
Direktur Utama PT Jawa Tengah Agro Berdikari (JTAB), Totok Agus Siswanto (kanan) berbincang dengan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi. (dok. Humas Pemprov Jateng)

Semarang, Jatengaja.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggulirkan program JTAB Petani Gajian di sejumlah daerah untuk melindungi kesejahteraan petani serta menjaga stabilitas panen dan harga komoditas.

Direktur Utama PT Jawa Tengah Agro Berdikari (JTAB), Totok Agus Siswanto mengatakan per September 2026 sudah ada 80 petani dengan luas lahan sekitar 200-an hektare yang mengikuti program JTAB Petani Gajian.

Petani yang terlibat tidak hanya mereka yang memiliki lahan, tetapi juga petani penggarap, meliputi komoditas padi, bawang merah, dan jagung.

Para petani tersebut tersebar di Kabupaten Sukoharjo, Sragen, Klaten, Semarang, dan daerah lain di Jawa Tengah.

"Melalui Program JTAB Petani Gajian ini, kita memberikan kepastian hasil kepada kepada petani, bantuan modal, pengaturan komoditas yang ditanam, lalu kami memberikan gaji sesuai UMK per hektare, dan kemudian kami juga sebagai off taker (pembeli) hasil panen,” kata Totok usai melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kota Semarang, Kamis 17 September 2026.

Mekanismenya, lanjut ia, PT JTAB memberikan modal kepada petani, dengan kompensasi para petani akan menjual semua hasil panennya kepada PT JTAB.

Harga jualnya sesuai dengan strandar yang dikeluarkan pemerintah. Hasil penjualan itu dipotong untuk modal produksi dan gaji selama masa tanam yang diberikan oleh PT JTAB. Kalau hasilnya penjualannya masih ada sisa, maka akan dikembalikan kepada petani.

Terkait permodalan dan gaji petani tersebut, pihaknya menggandeng PT BPR BKK. Selain itu, JTAB juga menggandeng Jamkrida untuk kredit petani dan Jasindo untuk asuransi gagal panen.

“Kami menargetkan sekitar seribuan petani akan terakomodir melalui program tersebut. Harapan kami dengan adanya kejelasan dan masa depan yang bagus, nanti akan membuat petani-petani muda kita mau terjun ke sawah. Dari awal kita sudah ada kesepakatan harga beli hasil panen," jelasnya.

Program JTAB Petani Gajian juga sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh para petani yang terlibat. Salah satu contohnya adalah Ruswanto, seorang petani padi di Kabupaten Sukoharjo.

Menurutnya, melalui program tersebut tidak kesulitan lagi untuk mencari modal karena sudah dibantu dari awal pengolahan lahan, penanaman, pemupukan, sampai panen.

"Penjualan padi juga sudah ditampung oleh PT JTAB. Saya dukung dan semoga bisa diperluas dan ditambah jaringannya," ujar Ruswanto.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan program JTAB Petani Gajian secara konsep dan pelaksanaan sudah bagus.

Ia berharap program tersebut dapat diperluas karena di Jawa Tengah ada sekitar 1,5 juta hektare lahan pertanian. Sebisa mungkin luasan itu dan petani yang menggarap dapat merasakan manfaat dan perlindungan dari program tersebut.

"Ini bagus. Harus diperluas. JTAB koordinasi lagi dengan Dinas Pertanian dan Peternakan yang punya datanya, kabupaten mana yang bisa di-cover program ini. Kalau bisa tercover semua maka akan aman karena ada kepastian untuk petani,” ujarnya. (-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS