Telkom Catatkan Laba Bersih Rp 24,8 Triliun

Sulistya - Kamis, 21 April 2022 07:07 WIB
Menara Telkom Jakarta (Jatengaja.com/dok)

Jakarta, Jatengaja.com – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menutup kinerja 2021 secara memuaskan. Telkom mencatat laba bersih Rp 24,8 triliun atau tumbuh 19,0 % dari periode yang sama tahun lalu.

Pencapaian diperoleh dari pendapatan konsolidasi perseroan sebesar Rp 143,2 triliun, tumbuh positif 4,9% dibanding tahun 2020. EBITDA (Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi) perseroan tahun 2021 tercatat Rp 75,7 triliun atau tumbuh positif 5,1% YoY. Margin EBITDA dan laba bersih juga mengalami peningkatan menjadi 52,9% dan 17,3%.

Direkur Utama Telkom, Ririek Adriansyah mengatakan, di tengah tekanan dan tantangan yang dihadapi sektor telekomunikasi dalam beberapa tahun terakhir, Telkom terus beradaptasi dan berinovasi baik dari sisi strategi perusahaan, model bisnis, maupun produk dan layanan.

“Alhamdulillah langkah Telkom menjadi digital telco mulai memperlihatkan hasil yang baik, dengan pendapatan, EBITDA, dan laba bersih pada akhir 2021 yang tumbuh positif. Pencapaian ini tidak lepas dari konsistensi perusahaan dalam melakukan transformasi digital, memperkuat kapabilitas digital serta melakukan inovasi di berbagai aspek,” tuturnya.

Dikatakan, strategi Five Bold Moves merupakan prioritas Telkom untuk memperkuat competitive advantages perusahaan sehingga mampu mengakselerasi terwujudnya visi menjadi digital telco terdepan kelas dunia. Setelah berhasil melakukan unlocking bisnis tower Mitratel, kini Telkom fokus untuk mendorong keempat strategi lainnya yang kami targetkan dapat terealisasi hingga akhir 2023.

Pada segmen Fixed Line, IndiHome masih menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan pendapatan Perseroan, dengan total kontribusi kepada pendapatan Perseroan sebesar 18,4% di akhir 2021 dari 16,3% pada periode yang sama tahun lalu.

IndiHome membukukan pendapatan Rp 26,3 triliun atau tumbuh 18,5% YoY. EBITDA margin IndiHome pun kian meningkat menjadi 46,7% pada akhir 2021. Hal ini didorong penambahan 585 ribu pelanggan baru sehingga total pelanggan IndiHome pada Desember 2021 mencapai 8,6 juta atau tumbuh 7,3% YoY.

Tumbuh

Pada segmen Mobile, Telkomsel berhasil membukukan pendapatan tahun buku 2021 sebesar Rp 87,5 triliun dengan pertumbuhan laba bersih 4,4% YoY. Pendapatan bisnis digital Telkomsel mencapai Rp 68,2 triliun atau tumbuh 9,5% YoY.

Pencapaian ini didukung oleh basis pelanggan yang terus meningkat mencapai 176,0 juta pelanggan atau tumbuh 3,8% YoY, dengan pengguna mobile data sebanyak 120,5 juta pelanggan (tumbuh 3,9% YoY). Lalu lintas data tumbuh 43,3% dari periode yang sama tahun lalu menjadi 13.513 petabyte.

Pembangunan infrastruktur secara agresif terus dilakukan agar layanan digital Telkomsel berjalan optimal. Total BTS yang dimiliki hingga akhir tahun 2021 mencapai 251.116 unit atau tumbuh 8,6% YoY yang 80% di antaranya berbasis 3G/4G/5G, di mana 137.613 BTS berteknologi 4G dan 113 BTS adalah BTS 5G.

Pada bisnis menara telekomunikasi, Mitratel membukukan pendapatan Rp 6,87 triliun atau tumbuh 11,0% YoY dengan EBITDA dan laba bersih tumbuh 23,9% dan 129,4%. Pertumbuhan kinerja keuangan tersebut didukung jumlah kolokasi dan tenant Mitratel yang juga mengalami kenaikan sebesar 18,9% dan 39,3%.

Saat ini Mitratel mengoperasikan 28.206 menara telekomunikasi dengan tenancy ratio 1,5x. Menara telekomunikasi Mitratel tersebar di seluruh Indonesia di mana 58% di antaranya berlokasi di luar Pulau Jawa, sementara 42% lainnya di Pulau Jawa.

Selanjutnya, data center dan cloud masih menjadi fokus bisnis yang dikembangkan Telkom seiring dengan permintaan yang tumbuh signifikan dari aktivitas bisnis perusahaan digital. Saat ini Telkom memiliki 27 data center (22 data center domestik dan 5 data center luar negeri, termasuk data center tier 3 dan 4 di Singapura). Sepanjang 2021, pendapatan data center tercatat Rp1,7 triliun atau tumbuh 19,0% YoY.

“Kami akan terus mempercepat langkah transformasi dan mengembangkan potensi bisnis digital TelkomGroup untuk value creation yang optimal tidak hanya bagi perusahaan tapi juga seluruh stakeholders. Kami meyakini hal ini merupakan langkah yang tepat untuk memastikan pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan di masa mendatang dan mendukung percepatan transformasi digital Indonesia,” tutur Ririek. (-)

Editor: Sulistya

RELATED NEWS