Sosok Hanif Lutfi Asal Papua Tengah, Anak Usia 7 Sudah Hafal 30 Juz Alquran

SetyoNt - Sabtu, 19 September 2026 21:48 WIB
Sosok Hanif Lutfi Asal Papua Tengah, Anak Usia 7 Sudah Hafal 30 Juz Alquran. (dok.kemenag)

Semarang, Jatengaja.com - Sosok Muhammad Hanif Lutfi asal Papua Tengah menarik perhatian pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Anak yang baru berusia tujuh tahun ini ternyata sudah hafal 30 juz Alquran dan tampil mewakili provinsi Papua Tengah dalam ajang tingkat nasional tersebut.

Ia mengikuti cabang Seni Baca Alquran golongan Tartil Alquran putra, serta menjadi salah satu peserta termuda dalam ajang MTQ Nasional XXXI 2026 tersebut.

Menurut Hanif sudah mengenal Alquran sejak berusia empat tahun. Sejak saat itu membaca dan menghafal Aquran menjadi bagian dari kesehariannya, sehingga telah menghafal juz 30 Alquran.

Mengenai persiapannya menghadapi MTQ Nasional, Hanif menyatakan dilakukan dengan disiplin. Berlatih membaca Alquran sejak selepas Subuh hingga pagi.

Latihannya tidak berhenti di pagi hari. Pada sore hari, Hanif kembali berlatih hingga Magrib. Setelah itu dilanjutkan atihan kembali selepas Magrib hingga Isya.

Ketika diminta memberikan pesan kepada teman-temannya, Hanif menjawab dengan mantap agar anak-anak mencintai dan terus belajar Alquran, "Harus mencintai dan harus belajar membaca Alquran,” katanya.

Dalam kesehariannya, Hanif belajar Alquran di Rumah Tilawah Jam’iyyatul Qurro’ Timika. Rumah tilawah tersebut juga menjadi tempat anak-anak lainnya belajar dan memperdalam kemampuan membaca serta menghafal Alquran di Timika, Papua Tengah.

Pembina Rumah Tilawah Jam’iyyatul Qurro’ Timika, Ustaz Kamsir, menjelaskan pembelajaran Alquran dilakukan secara rutin setiap malam.

“Saat ini, terdapat sekitar 60 anak yang mengikuti pembelajaran dengan jadwal dan program yang disesuaikan. Jadwalnya berbeda, programnya berbeda,” kata Ustaz Kamsir dilansir dari kemenag.go.id. Sabtu 19 September 2026.

Menurutnya, pembelajaran dilakukan dengan metode talqin. Setelah menyelesaikan materi, para peserta kemudian diuji satu per satu untuk melihat kemampuan mereka.

Ustaz Kamsir menambahkan pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan dan membiasakan anak-anak untuk belajar Alquran sejak usia dini.

Kisah Hanif menjadi gambaran kecil dari semangat kecintaan terhadap Alquran. Dari Rumah Tilawah Jam’iyyatul Qurro’ Timika, Timika, Papua Tengah, hingga akhirnya tampil di panggung MTQ Nasional XXXI di Semarang Jawa Tengah. (-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS