Raih Keutamaan Puasa Sunah Syawal, Berikut Jumlah, Waktu, Niat, dan Tata Cara
Jatengaja.com - Setelah melaksanakan puasa selama sebulan pada bulan Ramadhan, maka pada bulan Syawal ini ada amalan yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan umat Islam.
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan pada bulan Syawal adalah adalah puasa sunah selama enam hari, yang dikerjakan setelah merayakan Idulfitri dengan pahala yang besar.
Berikut penjelasan singkat tentang puasa Syawal, mulai dari jumlah hari, kapan, niat, dan tata caranya yang dilansir dari Sigijateng.id.
- UMKM Lokal Naik Kelas! Minyak Telon Indonesia Kini Beredar di Pasar Internasional
- Ahmad Luthfi Nilai Arus Mudik Lebaran 2024 Berjalan Lancar dan Kondusif
- Polres Wonosobo Perketat Pengamanan di Dieng untuk Menjaga Keamanan Para Wisatawan
- Cegah Perundungan di Ponpes, Perlu Pelibatan LBH
- Prinsip ESG yang Konsisten Bawa BRI Raih Dua Penghargaan Internasional
Jumlah Hari dan Waktu Pelaksanaan Puasa Syawal
Berdasarkan buku “10 Masalah Fiqih Puasa Syawal” karya Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi, puasa Syawal disunahkan selama enam hari.
Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Ayyub al-Anshari RA:
"Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa satu tahun penuh." (HR Muslim no. 1164, Ahmad 5/417, Tirmidzi no. 759)
Menurut Mazhab Syafi'i, puasa sunah Syawal boleh dilakukan kapan saja selama di bulan Syawal, tetapi lebih utama dikerjakan langsung setelah Idul Fitri, dimulai dari tanggal 2 Syawal.
Puasa sunah ini dapat dilakukan secara berurutan setiap hari maupun terpisah harinya, selama masih dalam bulan Syawal.
Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan: "Yang lebih utama adalah puasa enam hari ini dilakukan secara berturut-turut setelah Idul Fitri. Namun, jika dilakukan secara terpisah atau diakhirkan hingga akhir Syawal, tetap mendapat keutamaannya." (Jilid 8, halaman 56)
Niat Puasa Syawal
Dalam Catatan Fikih Puasa Sunnah karya Hari Ahadi, disebutkan bahwa niat puasa cukup diucapkan dalam hati. Imam an-Nawawi dalam Raudhah ath-Thalibin menegaskan:
"Tidak sah puasa kecuali dengan niat, dan tempatnya di dalam hati." (Raudhah ath-Thalibin, II/350)
Namun, bagi yang ingin melafalkan niat, berikut bacaannya yang dikutip dari laman NU Lampung:
Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatis Syawwâli lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT."
Tata Cara Puasa Sunah Syawal
Puasa Syawal memiliki tata cara yang sama dengan puasa lainnya, yaitu, berniat sebelum Subuh Niat puasa cukup dalam hati, tidak harus diucapkan secara lisan.
- Tak Perlu Repot, Kirim THR Aman dan Cepat dengan BRImo
- Berkat Rekayasa One Way Mudik Lebaran, Jarak Tempuh Jakarta ke Jateng hanya 5 jam
- Puncak Arus Mudik Idulfitri 1446 H, Konsumsi Pertamax di Jalur Pantura Naik 8,8 Persen
Makan sahur, menahan diri dari hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, dan hubungan suami-istri, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, serta menyegerakan berbuka.
Puasa enam hari di bulan Syawal merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan karena pahalanya setara dengan puasa satu tahun penuh.
Umat Islam yang ingin melaksanakannya dapat memilih untuk melakukannya secara berurutan atau terpisah, sesuai dengan kemampuan masing-masing. Semoga ibadah ini membawa keberkahan bagi setiap muslim yang mengerjakannya. (-)