Omzet UKM Jateng Corner Bandara Internasional Ahmad Yani Capai Rp439 Juta
Semarang, Jatengaja.com - Omzet penjualan UKM Jateng Corner yang berada di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang selama kurun waktu Januari-Juli 2026 tercatat mencapai Rp439 juta.
UKM Jateng Corner, yang telah beroperasi selama tujuh tahun itu tak sekadar menjadi etalase produk lokal Jawa Tengah, tapi memberikan kontribusi terhadap pemasaran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan omzet terus meningkat tiap tahun.
Data Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah (Jateng) omzet UKM Jateng Corner pada 2024 mencapai senilai Rp449 juta, kemudian pada 2025 meningkat menjadi senilai Rp657 juta.
- 2.242 Peserta akan Mengikuti Ajang MTQ Nasional 2026 di Kota Semarang
- Ini Film Indonesia Terbaru di Bioskop, Ada Operasi Pesta Copet Serta Dan Bandung
- Pemprov Jateng Kembali Kirim Bantuan Logistik untuk Korban Gempa di NTT
Wakil Gubernur (Wagub) Jateng, Taj Yasin Maimoen mengatakan, peningkatan omzet itu menunjukkan manfaat keberadaan ruang pemasaran tersebut bagi pelaku UMKM.
Untuk, ia mendorong agar banyak pelaku UMKM di kabupaten dan kota yang memasarkan produknya di UKM Jateng Corner.
“Perluasan keterlibatan UMKM menjadi penting agar manfaat ruang promosi tersebut dapat dirasakan lebih luas,” kata Taj Yasin saat meresmikan UKM Jateng Corner di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Selasa 1 September 2026.
Menurutnya, perluasan keterlibatan UMKM menjadi penting agar manfaat ruang promosi tersebut dapat dirasakan lebih luas.
Saat ini, UKM Jateng Corner diisi 142 UMKM. Sebanyak 88 di antaranya merupakan UMKM bidang fashion, sedangkan 54 lainnya bergerak di sektor makanan dan minuman.
Pengembangan UKM Jateng Corner tersebut juga mendapat dukungan dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah.
Taj Yasin menyebut, kolaborasi dengan Dekranasda menjadi bagian dari upaya mendorong pelaku UMKM agar semakin berkembang dan mampu memperluas pasar.
Ia berharap UKM Jateng Corner ke depan tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan berbagai titik promosi produk UMKM di Jawa Tengah.
Dengan demikian, pengunjung yang datang melalui berbagai pintu masuk Jawa Tengah dapat memperoleh informasi mengenai sentra dan produk UMKM di daerah lain.
Selain memperluas jaringan pemasaran, Taj Yasin juga mendorong produk yang masuk UKM Jateng Corner memiliki kualitas dan standar yang semakin baik, sSalah satunya melalui penguatan sertifikasi halal bagi produk UMKM.
“UMKM kita ini kalau bisa juga memberikan contoh. Karena berdekatan dengan MTQ, nanti outlet juga kita kurasi, kita daftarkan ke halal,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Desi Arijani mengatakan, galeri UMKM di Bandara Ahmad Yani pertama kali dibuka pada 5 Maret 2019 melalui kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan PT Angkasa Pura I.
Setelah berjalan sekitar tujuh tahun, galeri tersebut kini menjalani renovasi sekaligus rebranding menjadi UKM Jateng Corner.
- UMKM Binaan BI Jateng Sukses Raih Transaksi Rp2,94 Miliar di Ajang KKI 2026
- Kemenhaj Buka Pendaftaran Petugas Haji 2027, Ini Jadwal dan Syaratnya
- Wagub Jateng Dorong Dilakukan Modifikasi Cuaca untuk Atasi Kekeringan
“Ini menunjukkan bahwa keberadaan galeri memiliki potensi yang baik sebagai sarana promosi sekaligus pemasaran bagi produk UMKM kita,” katanya.
Untuk kemudahan transaksi, UKM Jateng Corner kini bekerja sama dengan Bank Jateng dengan menghadirkan layanan QRIS dan EDC.
Dalam pengembangan UKM Jateng Corner, Dinas Koperasi dan UKM Jateng juga melibatkan Dekranasda Jawa Tengah serta berbagai pihak terkait. (-)
