Produksi Padi Jawa Tengah Tahun 2025 Capai 11,377 Ton GKP

SetyoNt - Sabtu, 03 Januari 2026 17:29 WIB
Produksi Padi Jawa Tengah Tahun 2025 Capai 11,377 Ton gabah kering panen. (dok. Humas Pemprov Jateng)

Semarang, Jatengaja.com - Produksi padi Jawa Tengah pada tahun 2025 mencapai 11.377.731 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara dengan 9.397.904 ton Gabah Kering Giling (GKG), telah memenuhi target dari pemerintah pusat.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah (Jateng), produksi padi itu berasal dari luas tanam padi sekitar 2.025.782 hektare dengan luas panen 1.673.012 hektare. Jumlah ini menempatkan sebagai tiga besar kontributor terbesar nasional.

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi mengatakan, pemerintah pusat menargetkan Jawa Tengah bisa memproduksi sebanyak 11 juta ton padi Gabah Kering Panen.

“Produksi gabah kering panen tahun mencapai sebanyak 11.377.731 ton sehingga sudah terpenuhi target tersebut,” katanya.

Sedangkan produksi jagung di Jateng sepanjang 2025 mencapai 3.837.758 ton dengan luas panen 612.373 hektare, menjadi kontributor terbesar kedua nasional.

Serta produksi kedelai Jateng mencapai 17.427 ton dengan luas panen 8.902 hektare dan menjadi kontributor terbesar nasional.

Capaian ini, lanjut Luthfi, menjadi pijakan yang bagus, serta untuk menyongsong swasembada pangan nasional. Apalagi, pada 2026 provinsi ini ditergetkan mampu swasembada pangan dan menjadi penumpu pangan nasional.

“Untuk itu lahan hijau atau lahan pertanian agar tidak diubah peruntukannya. Kami juga bupai dan wali kota untuk menjaga luas lahan pertanian di Jawa Tengah,” ujarnya.

Semenara, pimpinan Wilayah Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kanwil Jateng dan DIY, Sri Muniati, memastikan ketersediaan pangan di wilayahnya aman hingga Juni 2026.

Data dari Bulog mencatat stok beras di Jawa Tengah mencapai 339.094 ton. Jumlah itu mencukupi hingga Juni 2026 mendatang. Sementara, realisasi pengadaan setara beras sepanjang 2025 tercatat sebesar 397.905 ton atau 100,3 persen dari target yang ditetapkan.

"Masyarakat tidak perlu cemas atau panik karena ketersediaan sangat cukup dan harganya relatif stabil," Sri Muniati usai bertemu Gubernur Ahmad Luthfi beberapa waktu lalu. (-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS