Polda Jateng Mulai Gelar Operasi Keselamatan Candi 2026
Semarang, Jatengaja.com - Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Jateng) resmi memulai Operasi Keselamatan Candi 2026 menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026.
Menandai dimulainya Operasih Keselamatan Candi 2026, Polda Jateng menggelar Apel Pasukan yang dipimpin Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Pratama Adhyasastra di halaman Mapolda Jateng dipimpin , Senin 2 Januari 2026.
Operasi Keselamatan Candi 2026 melibatkan sebanyak 3.592 personel Polisi, yang terdiri atas 279 personel Satgas Polda Jateng dan 3.313 personel dari satuan wilayah jajaran di seluruh Jawa Tengah.
- Kurun Waktu 1-25 Januari 2026, Jateng Diterjang 46 Bencana
- Awali Februari 2025, BEI Langsung Bekukan 48 Saham Sekaligus
- Pemprov Jateng Akan Fasilitasi Nobar Laga Piala Dunia 2026
- Perkuat Organisasi, IKA FH Unnes Kukuhkan 7 Korwil Baru
- Bunda PAUD Jateg Bagikan Tips Didik Anak di Era Digital
- Selamat Ginting Raih Gelar Doktor Politik di Unas
Operasi yang mengusung tema "Polda Jateng Hadir untuk Masyarakat Patuh Demi Mewujudkan Kamseltibcarlantas" ini akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026.
Kapolda Jateng dalam sambutan yang dibacakan Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Pratama Adhyasastra menyatakan dinamika lalu lintas saat ini menuntut inovasi dari Polri, terutama dalam menghadapi modernisasi transportasi digital.
"Polantas harus siap menghadapi tantangan zaman dengan tetap mengedepankan pendekatan yang Presisi. Apel gelar pasukan ini bukan sekadar seremonial, melainkan untuk mengecek kesiapan personel, sarana, dan prasarana guna memastikan sinergi antar unsur terkait berjalan maksimal demi keberhasilan operasi,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Operasi Keselamatan Candi 2026 mengedepankan tindakan preemtif dan preventif yang didukung penegakan hukum secara represif terhadap pelanggaran yang berpotensi memicu kecelakaan.
Penindakan akan difokuskan pada penggunaan teknologi ETLE statis maupun mobile serta pemberian blangko teguran.
Sejumlah sasaran prioritas operasi meliputi pelanggaran kasat mata seperti penggunaan knalpot brong, balap liar, pengendara di bawah umur, melawan arus, hingga penggunaan ponsel saat berkendara.
Meski demikian, Kapolda Jateng melalui Dirlantas memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran untuk tetap menjaga etika dalam bertugas.
"Saya ingatkan kepada seluruh anggota, berikan pelayanan terbaik. Kehadiran kita adalah untuk melayani masyarakat dengan cara-cara yang humanis dan sopan. Hindari ucapan atau tindakan yang menyakiti hati masyarakat, serta jauhi tindakan kontraproduktif yang dapat mencoreng citra Polri," tegasnya.
Sementara, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menyampaikan operasi ini merupakan momentum penting untuk membangun budaya tertib berlalu lintas di wilayah Jawa Tengah. (-)
