Menkes Targetkan Usia Harapan Hidup Masyarakat Indonesia Naik Jadi 76 Tahun
Jakarta, Jatengaja.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mantargetkan usia harapan hidup masyarakat Indonesia meningkat dari 74 tahun menjadi 76 tahun dalam lima tahun ke depan.
Budi Gunadi Sadikin menyatakan untuk mencapai target ditempuh melalui transformasi layanan kesehatan primer yang mengutamakan upaya promotif dan preventif sehingga masyarakat tetap sehat sebelum mengalami penyakit.
“Target ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan kesehatan masyarakat sebagai prioritas pembangunan nasional. Pesan Pak Prabowo kepada saya adalah pastikan masyarakat Indonesia sehat," ujar Menkes dilansir dari Infopublik.id, Rabu 22 Juli 2026.
- Investor Singapura Dibidik untuk Kawasan Industri Baru di Jateng
- Bulan Juni 2026, Konsumen 113,55 Persen Optimistis Terhadap Perekonomian Jateng
- Dukungan Komunitas Antar YTIRT Sabet Dua Emas di Kejurnas MTB Downhill 2026
- Ratusan Calon Bintara Polri Asal Jateng dan DIY Jalani Diktukba Polri 2026
- IDCloudHost Hadirkan SafeGov Zero Trust untuk Keamanan Instansi Pemerintah
Lebih lanjut, Budi Gunadi Sadikin menyatakan, keberhasilan pembangunan kesehatan dapat diukur dari meningkatnya usia harapan hidup. Saat ini, rata-rata usia harapan hidup masyarakat Indonesia berada di kisaran 74 tahun.
“Sedangkan Australia telah mencapai sekitar 82–83 tahun, karena itu, pemerintah menargetkan peningkatan menjadi 76 tahun sebagai langkah awal menuju masyarakat yang lebih sehat dan produktif,” ujarnya.
Menkes menambahkan pemerintah akan mengubah pendekatan pembangunan kesehatan yang selama ini lebih banyak berfokus pada pengobatan menjadi sistem yang mengedepankan pencegahan penyakit.
Transformasi itu diwujudkan melalui penguatan layanan kesehatan primer, mulai dari puskesmas, posyandu, hingga tenaga kesehatan di garis depan, seperti kader kesehatan, bidan, perawat, dan dokter puskesmas.
Masyarakat juga didorong membiasakan pola makan bergizi seimbang, rutin berolahraga, serta mengurangi konsumsi makanan tinggi kalori dan camilan yang kurang sehat.
Program Cek Kesehatan Gratis, lanjut Budi, menjadi instrumen penting untuk mendeteksi secara dini berbagai penyakit tidak menular, seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, stroke, kanker, hingga gangguan ginjal. Penyakit-penyakit tersebut kini menjadi penyebab utama penurunan kualitas hidup dan usia harapan hidup masyarakat Indonesia.
Pemerintah juga terus memperkuat intervensi terhadap persoalan gizi, baik untuk mengatasi stunting akibat kekurangan gizi pada anak maupun meningkatnya kasus kelebihan gizi pada kelompok usia dewasa.
Ia mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis secara rutin setiap tahun sebagai langkah sederhana namun penting untuk menjaga kesehatan dan memperpanjang usia harapan hidup.
“Jangan lupa cek kesehatan setiap tahun agar kita tetap sehat dan panjang usia,” kata Menkes. (-)
