Ekonomi Halal Jadi Prioritas Utama Pembangunan Jateng
Semarang, Jatengaja.com – Potensi pasar wisatawan mancanegara, khususnya dari kawasan Timur Tengah sangat luas.
Karena itulah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menetapkan sektor pariwisata berkelanjutan dan penguatan ekonomi halal berbasis syariah sebagai prioritas utama pembangunan pada tahun 2027.
“Alhamdulillah, untuk tahun 2027, Jawa Tengah kita arahkan pada sektor pariwisata dan penguatan ekonomi lewat ekonomi halal berbasis syariah. Ini menjadi prioritas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif,” ujar Wakil Gubernur Taj Yasin.
Hal itu diutarakan Taj Yasin saat memberikan pengarahan dalam Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2026,dan Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, komplek Gubernuran Kota Semarang, Jumat (6/2).
- Koran Legendaris Washington Post Umumkan PHK Besar-besaran
- Dekranasda Jateng Usung 69 UMKM Ikuti Pameran Inacraft 2026
- Tutup KKN, Mahasiswa UTU Paparkan Transformasi Ekonomi
Kunjungan Wisatawan
Gus Yasin mengungkapkan, tren kunjungan wisatawan luar negeri ke Jawa Tengah menunjukkan peningkatan signifikan. Berdasarkan analisis data, segmen wisatawan dari Timur Tengah menjadi salah satu pasar yang paling potensial jika didukung dengan ekosistem yang tepat.
“Wisatawan mancanegara, banyak juga dari Timur Tengah. Mereka sangat senang dengan destinasi yang berstatus ramah muslim. Saat ini, ekosistem tersebut sudah mulai tumbuh di beberapa wilayah seperti Karanganyar, Wonosobo, dan Temanggung,” tuturnya.
Pemprov Jateng akan membangun sistem aglomerasi pariwisata, salah satunya di wilayah Semarang Raya. Nantinya, seluruh pelaku pariwisata akan dikoneksikan agar dapat mempromosikan destinasi secara masif dan terpadu.
- Rumah Bersama Ekspor Jateng Dukung UMKM Tembus Pasar Global
- Selamat Ginting Raih Gelar Doktor Politik di Unas
- Perkuat Organisasi, IKA FH Unnes Kukuhkan 7 Korwil Baru
Meski berfokus pada ekonomi halal, Gus Yasin menekankan daya tarik wisata tidak akan maksimal jika tidak dibarengi dengan kebersihan lingkungan. Ia tidak ingin wisatawan, baik domestik maupun internasional, hanya disuguhkan pemandangan sampah saat berkunjung ke Jawa Tengah.
Rencana pembangunan 2027 ini juga tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan. Selain mempromosikan wisata, pemerintah memperketat izin industri di wilayah hulu (pegunungan) dan hilir (pantai) guna menjaga ekosistem tetap terjaga.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata dengan kelestarian alam Jawa Tengah, sehingga menjadi magnet bagi investasi hijau di masa depan. (-)
