Jadi Mal Kebencanaan, Anggaran Bencana di Jateng Terus Naik

SetyoNt - Jumat, 23 Januari 2026 16:54 WIB
Jadi Mal Kebencanaan, Anggaran Bencana di Jateng Terus Naik (ilustrasi/dok. Humas Pemprov Jateng)

Semarang, Jatengaja.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) dalam tiga tahun terakhir terus menaikan anggaran untuk penanggulangan bencana alam.

Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, menyatakan Jawa Tengah memiliki tingkat risiko bencana kategori sedang dengan sedikitnya 14 potensi ancaman bencana, baik hidrologi, geologi, maupun nonalam sehingga kerap disebut sebagai “mal kebencanaan”.

Untuk itu Pemprov Jateng dalam tiga tahun terakhir menaikkan anggaran penanggulangan bencana, dari Rp18,4 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp19 miliar pada 2025, dan tahun 2026 mencapai Rp20,4 miliar.

“Anggaran tersebut masih belum sebanding dengan kebutuhan biaya di lapangan bila terjadi bencana alam,” kata Wagub Jateng di Semarang, Kamis (22/1/2026).

Taj Yasin mencontohkan, penanganan bencana alam tanah longsor di satu titik di Kabupaten Kudus membutuhkan anggaran biaya hingga Rp10 miliar.

“Demikian pula bencana banjir di Kabupaten Jepara serta wilayah Kabupaten dan Kota Pekalongan yang memerlukan biaya besar untuk pemulihan infrastruktur,” ujar wagub Jateng

Sementara, anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya memuji respons cepat Pemprov Jateng dalam menangani bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, yang melanda sejumlah daerah.

“Saya menerima banyak laporan dari warga Jawa Tengah. Mereka menyampaikan apresiasi karena penanganan bencana dilakukan dengan sat-set dan gercep,” kata Atalia saat melakukan kunjungan kerja spesifik di Kantor Gubernur Jawa Tengahdi Semarang, Kamis, 22 Januari 2026.

Kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI dalam rangka pengawasan dan kesiapsiagaan penanggulangan bencana di Provinsi Jawa Tengah

Atalia mendorong penguatan kesiapsiagaan serta pengarusutamaan semangat tangguh bencana di tengah masyarakat.

“Kebencanaan ini sudah seperti kejadian tahunan. Seharusnya masyarakat dan pemerintah sudah sangat paham dan siap. Maka semangat tangguh bencana harus terus digaungkan,” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Atalia bersama rombongan Komisi VIII DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi VIII Abdul Wachid menyalurkan bantuan senilai Rp1.946.096.600 berupa paket makanan siap saji, tenda, kasur, selimut, hingga family kit untuk mendukung penanganan bencana di Jawa Tengah.

Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga menyerahkan bantuan satu unit mobil rescue senilai Rp695.000.000 kepada BPBD Provinsi Jawa Tengah untuk menunjang operasional penanggulangan bencana. (-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS