Hardiknas 2026, Momentum untuk Didik Anak Agar Miliki Masa Depan yang Baik
Sragen, Jatengaja.com - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyatakan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 sebagai momentum untuk mendidik anak-anak agar memiliki masa depan yang baik.
Dengan pendidikan yang baik, ia berharap anak-anak mudah berinteraksi, beradaptasi dan memiliki masa depan yang baik untuk bangsa dan negara.
“Proses pendidikan tidak hanya di dalam kelas, melainkan juga di berbagai tempat, termasuk di tengah-tengah keluarga,” kata Ahmad Luthfi pada peringatan Hardiknas 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah (Jateng) di SMK Negeri 1 Kedawung, Kabupaten Sragen, Sabtu 2 Mei 2026.
- BRI Peduli Bawa Semangat Baru untuk SDN 104 Langensari di Momen Hardiknas
- Polda Jateng Terjunkan 1.133 Personel Polri Amankan May Day 2026
- Marak Link Palsu KUR BRI, Ini Imbauan Penting untuk Nasabah
- Peringati May Day, Ribuan Buruh Ikuti Jalan Sehat
- Adopsi Pembayaran Contactless Meluas, BRI Catat Pertumbuhan Signifikan
SMK Negeri 1 Kedawung Sragen dipilih, karena sebagai role model pendidikan yang sejalan dengan program ketahanan pangan dan swasembada pangan.
Upacara Hadiknas dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng Sumarno, Bupati Sragen Sigit Pamungkas, dan Walikota Solo Respati Achmad Ardianto.
Luthfi menjelaskan alasan peringaran Hardiknas 2026 dilaksanakan di SMKN 1 Kedawung, Kabupaten Sragen, karena memiliki program studi unggulan, antara lain budidaya tanaman pangan (holtikultura), budidaya tanaman perkebunan (Agribisnis pertanian).
Hal ini sejalan dengan peta jalan (road map) pembangunan Jawa Tengah 2026, yakni swasembada pangan untuk ketahanan pangan nasional.
"SMKN 1 Kedawung ini mempunyai kebun sebagai role model ketahan pangan. Ada kelengkeng, jeruk, durian, jambu, dan sebagainya yang sebagian sudah menjadi konsumsi untuk program Makan Bergizi Gratis,” ujar gubernur Jateng.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi juga menyerahkan sejumlah penghargaan dan beasiswa antara lain, penghargaan Satyalencana Karya Satya atau tanda kehormatan dari Presiden RI kepada guru PNS yang telah mengabdi selama 10, 20, dan 30 tahun atau lebih.
Penghargaan bagi insan pendidikan berprestasi nasional kepada dua pelajar yang meraih medali emas Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) tahun 2025.
Pertama, Muhammad Azka Abdurrahman, pelajar SMA Science Plus Baitul Qur'an Boarding School Kabupaten Sragen, yang meraih medali emas untuk cabang lomba Teknologi Digital. Kedua, Naila Aini Bahri dari SMA Unggulan Rushd Kabupaten Sragen yang meraih medali emas cabang lomba Wirausaha Sosial.
Kepala SMKN 1 Kedawung, Fahmi Khoiruman mengatakan, sekolahnya fokus pada program keahlian budidaya pertanian yang dapat mendukung ketahanan pangan nasional.
Program keahlian yang dimiliki antara lain budidaya tanaman pangan (holtikultura), budidaya tanaman perkebunan (Agribisnis pertanian), agribisnis ternak atau budidaya ternak, agribisnis perikanan, agribisnis pengolahan hasil pertanian, usaha pertanian terpadu, dan keahlian kuliner atau tata boga.
"Kita siapkan di sini. Dengan adanya program MBG juga menyuplai buah-buahan, telur, dan ikan," katanya. (-)
