Ganjar Minta Masyarakat Jaga Prokes Saat Ibadah Ramadan Agar Terlaksana Mudik Lebaran

SetyoNt - Kamis, 24 Maret 2022 17:46 WIB
Ganjar Minta Wakil Bupati Pemalang Ambil Alih Pemerintahan, Setelah Bupati Kena OTT oleh KPK (Jatengaja.com/Istimewa)

Semarang, Jatengaja.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo meminta jajarannya siaga menghadapi rencana pemerintah menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 saat Lebaran mendatang.

“Seluruh jajaran untuk siaga dan terus mengikuti perkembangan situasi Covid-19 selama bulan Ramadan,” katanya, Kamis (24/3).

Menurutnya meski saat ini kasus Covid-19 di Jateng secara umum mulai menunjukkan tren menurun, tapi semua pihak tidak boleh lengah dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Oleh karenanya, lanjut Ganjar membangun kesadaran masyarakat penting dilakukan selama Ramadan agar pelaksanaan ibadah tetap berjalan dengan prokes yang ketat dan mudik bisa dilakukan dengan tenang. “Ramadan tahun ini momentum buat kontribusi yang bisa diberikan warga,” ujarnya.

Pemerintah tetap siaga dengan melakukan pemantauan berkala. Seperti pengalaman tahun sebelumnya ledakan kasus Covid-19 tidak terjadi pada saat Ramadan tapi dua minggu setelahnya.

Sebab penularan Covid-19 tidak terjadi pada hari itu, tapi dihitung setidaknya selama 14 hari ke depan terjadi ledakan atau tidak.

“Ramadan akan jadi ukuran, ketika salat tarawih dilakukan semuanya bisa tertib tetap pakai masker dalam mengikuti ibadahnya, mudah-mudahan momen mudik Lebaran yang telah dirindukan selama dua tahun, akan terlaksana tahun ini,” ujar Ganjar.

Sementara berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Tengah, tren kasus Covid-19 terus menurun. Tercatat mulai pertengahan Februari hingga akhir Maret, total kasus konfirmasi harian menjadi 771 kasus dari semula mencapai 6.000 kasus

Sementara, kasus aktif harian pada bulan Februari tertinggi mencapai angka 22.000 kasus dan pada 23 Maret angkanya turun drastis menjadi 5.000 kasus.

Demikian pula keterisian tempat tidur isolasi maupun ICU, hingga akhir Maret mengalami penurunan. Saat ini, keterisian tempat tidur isolasi hanya terpakai 1.136 atau 12,26% dari total 9.269 tempat tidur.

Sedangkan keterisian tempat tidur ICU hanya terpakai 220 tempat tidur atau 21.28% dari total 1.034 tempat tidur. (-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS