Dosen Sastra Inggris Undip Teliti Makanan Khas Tegal
Semarang, Jatengaja.com - Seorang dosen ProgramStudi S-1 Sastra Inggris FIB Undip, Dra RAj Atrinawati MHum dan mahasiswa melaksanakan penelitian di Kota Tegal dengan mengobservasi dan menganalisis folklor Kota Tegal yang berkaitan dengan makanan tradisional.
Penelitian yang dilakukan pada Tahun 2020 lalu itu bertujuan untuk memaparkan temuan berupa asal usul, sejarah, filosofi nama, bahan baku, cara mengolah dan menyajikan, serta perkembangan makanan khas Tegal.
Di antaranya Sate Tirus, Sate Sidjan, Sega Ponggol, Sega Lengko, Kupat Glabed, Kupat Bongkok, dan Glotak sebagai menu wisata kuliner tradisional khas Tegal.
- Jurnalis ABC Pertama Kali dalam 20 Tahun Melakukan Aksi Mogok
- Akhir Maret 2026, Diprediksikan Sebagian Wilayah Indonesia Hujan
- Libur Lebaran, 687.470 Orang Wisatawan Kunjungi Jawa Tengah
- Tingkatkan Produktivitas Proses Bisnis dengan Automation Workflow
- Selama Angkutan Lebaran 2026, Sebanyak 4,19 Juta Lembar Tike Ludes
Dra RAj Atrinawati MHum menuturkan, nilai ekonomi dari masakan sehari-hari masyarakat Kota Tegal ini berpotensi menyumbangkan pendapatan bagi masyarakat serta pemerintah kota dari sektor pariwisata, khususnya wisata kuliner khas Kota Tegal.
Dinas Pariwisata Kota Tegal berharap agar Tahun 2026 ini penelitian tersebut dilanjutkan dengan melakukan rebranding menu yang telah mulai berkurang peminatnya, seperti kemunculan sega ponggol setan yang populer di kalangan generasi muda, sehingga dapat ditingkatkan kembali sebagai salah satu sumber pemasukan pemerintah daerah untuk mensejahterakan masyarakat.
Peneliti berharap agar kegiatan ini terus berlangsung dengan adanya kerjasama antara Undip dan Pemerintah Kota Tegal.
