Diduga Terkait Ritual Pemujaan Setan, Dua Jenazah Manusia di Pemakaman Australia Dicuri

SetyoNt - Jumat, 04 Februari 2022 21:49 WIB
Polisi sedang menyelidiki kaitan “ritual pemujaan setan” setelah munculnya pencurian jenazah manusia sebanyak dua kali di Pemakaman Footscray, Australia. (Pixabay)

Melbourne, Jatengaja.com - Pencurian jenazah manusia di pemakaman umum menggegerkan warga Melbourne, Australia. Dua jenazah manusia dicuri dari pemakamam Footscray, Melbourne.

Diduga pencurian dua jenazah itu terkait dengan ritual pemujaan setan, karena beberapa barang seperti salib, lilin, dan surat untuk setan ditinggalkan di Pemakaman Footscray, Melbourne

Kasus pencurian dua jenazah itu saat ini sedang diselidiki oleh Polisi setempat untuk mengungkap apakah ada kaitannya dengan ritual pemujaan setan yang dilakukan sekelompok orang.

Detektif Jarman mengatakan beberapa barang seperti salib, lilin, dan surat untuk Setan ditinggalkan di Pemakaman Footscray, Melbourne, menurut laporan 7 News seperti dikutip TrenAsia.com dari CNN pada Jumat, 4 Februari 2022.

Penemuan barang-barang ini memunculkan kecurigaan seputar ritual pemujaan setan yang mungkin terjadi. “Kejahatan ini tidak biasa, sampai kita menangkap pelaku dan mengetahui motifnya, sangat sulit untuk menentukan motifnya,” tambah Jarman.

Menurut polisi, jenazah manusia dikeluarkan dari monumen makam yang dirusak dan plakat serta papan plester di dalamnya dilepas.

Insiden pertama terjadi sepanjang malam Kamis, 27 Januari 2022 sampai Jumat, 28 Januari 2022 menurut laporan polisi negara bagian Victoria pada hari Rabu, 2 Februari 2022.

Insiden kedua terjadi pada malam hari Senin, 31 Januari 2022 dan Selasa, 1 Februari 2022.

“Diketahui pelanggar tak dikenal itu memaksa masuk monumen makam sebelum mencuri sebagian jenazah manusia,” menurut laporan itu.

Pencurian bagian tubuh dapat dikenai hukuman hingga lima tahun penjara, seperti dikutip dari VICE.

Untuk saat ini polisi meminta siapapun yang menyaksikan aktivitas mencurigakan di daerah itu selama seminggu terakhir untuk melapor. (-)

Belum jelas berapa banyak orang yang terlibat dalam kejahatan itu sampai saat ini.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Fadel Surur pada 04 Feb 2022

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS