BNPB Rilis 1 Orang Tewas dalam Gempa Magnitudo 7,7 di Provinsi NTT

SetyoNt - Sabtu, 15 Agustus 2026 17:41 WIB
BNPB Rilis 1 Orang Tewas dalam Gempa Magnitudo 7,7 di Provinsi NTT . (dok. Youtube)

Nusa Tengara Timur, Jatengaja.com - Satu orang dikabarkan meningga dunia dan empat menderita luka-luka dalam gempa magnitudo 7,7 yang melanda wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu 15 Agustus 2026.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis korban meninggal dunia merupakan warga Kabupaten Sikka, sementara korban luka tercatat di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Nagekeo.

Sebelumnya, dalam laporan awal BNPB menyebutkan terdapat dua korban meninggal dunia dalam gempa di NTT tersebut.

“Namun, setelah dilakukan verifikasi dan validasi oleh petugas di lapangan, data tersebut diperbarui menjadi satu orang meninggal dunia,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D dilansir dari bnpn.go.id, Sabtu 15 Agustus 2026.

Ia menyatakan BNPB menyampaikan permohonan maaf atas perihal ini pada laporan awal dan akan terus memastikan setiap informasi yang disampaikan telah melalui proses verifikasi.

“Saat ini, pendataan dan verifikasi terhadap korban maupun dampak lainnya masih terus dilakukan oleh BPBD bersama unsur terkait di lapangan,” ujarnya.

Selain itu, sekitar 2.000 warga di Kabupaten Nagekeo melakukan evakuasi mandiri sebagai langkah kewaspadaan setelah gempa dan adanya peringatan dini tsunami. Sementara di Kota Bima tercatat satu kepala keluarga atau enam jiwa terdampak.

Seperti diketahui wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diguncang gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,7 pada Sabtu, 15 Agustus 2026 sekitar pukul 04.58 WIB.

Menurut keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) penyebab gempa adalah akibat dari sesar naik busur belakang Flores.

Akibat gempa tersebut sejumlah bangunan di NTT mengalami kerusakan dan kepanikan warga tak terelakkan saat detik-detik gempa terjadi.

Salah satunya yang beredar di media sosial, ketika pengunjung hotel di Labuan Bajo berlarian ketika gempa terjadi.

BMKG sendiri telah mengakhiri peringatan tsunami usai terjadinya gempa dan melaporkan terjadi gelombang tsunami di bawah 1 meter di sejumlah wilayah.

“Peringatan dini Tsunami yang disebabkan oleh gempa mag:7, tanggal: 15-Aug-26 04:58:24 WIB, dinyatakan telah berakhir,” tulis BMKG melalui akun media sosial X-nya pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Sementara , dilaporkan bahwa episenter gempa berada pada koordinat 8,35 Lintang Selatan dan 121,37 Bujur Timur atau sekitar 36 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 10 kilometer. (-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS