Baznas Jateng Hingga Agustus 2025 Telah Himpun Dana Rp70 Miliar

SetyoNt - Minggu, 31 Agustus 2025 08:33 WIB
Ketua Baznas Jateng Ahmad Darodji menyatakan hingga Agustus 2025 telah himpun Rp70 miliar. (Int)

Jakarta, Jatengaja.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah hingga Agustus 2025, telah berhasil menghimpun dana dari kalangan umat muslim lebih dari Rp70 miliar.

Hingga akhir tahun 2025, diproyeksikan total pengumpulan dana mencapai Rp108 miliar. Angka itu terus meningkat dari Rp82,6 miliar (2022), Rp91,7 miliar (2023), dan Rp102,7 miliar (2024).

“Sampai saat Baznas Jateng telah himpun dana Rp70 miliar. Dana tersebut disalurkan untuk mendukung program pengentasan kemiskinan, pengangguran, rumah tidak layak huni, dan stunting,” kata Ketua Baznas Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Darodji seusai menerima penghargaan dalam ajang Baznas Award 2025 di Jakarta, Jumat 29 Agustus 2025.

Selain bantuan konsumtif, imbuh Ahmad Darodji, Baznas Jateng juga menyalurkan pelatihan kerja serta modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Dengan stimulasi melalui 23 pelatihan kerja dan bantuan modal UMKM, harapannya mustahik (penerima zakat) bisa naik kelas menjadi muzakki (pembayar zakat),” jelasnya.

Dalam Baznas Award 2025, Baznas Jateng memborong lima penghargaan untuk kategori Pengumpulan ZIS Terbaik, Inovasi Pendayagunaan Terbaik, Koordinasi Kelembagaan Terbaik, Kelembagaan Klaster 5 Terbaik, dan Tindak Lanjut Implementasi SOP Terbaik.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam Rakornas Baznas, di Jakarta, Kamis (28/8/2025). Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, juga mendapat penghargaan sebagai Pendukung Gerakan Zakat Indonesia.

Sementara, Asisten Sekda Jateng Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Iwanuddin Iskandar, penghargaan untuk Gubernur Luthfi menunjukkan kepemimpinan gubernur mampu menggerakkan berbagai elemen, sehingga pengumpulan ZIS semakin optimal.

“Baznas berperan penting mendukung program strategis Pemprov Jateng. Pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan fiskal daerah. Bersama CSR dan investasi, Baznas menjadi motor penggerak untuk mengatasi pengangguran, kemiskinan, dan stunting,” ujarnya. (-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS