Penyaluran BBM di Wilayah Jateng dan DIY Masih Berjalan Normal dan Lancar
Semarang, Jatengaja.com - Penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga saat ini masih berjalan normal dan lancar.
Hal ini disampaikan Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan di Semarang.
“Ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menjaga kelancaran distribusi energi bagi masyarakat,” kata Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, dalam keterangan tertulis, Rabu 8 Juli 2026.
- DPRD Jateng Terima Laporan Pertanggungjawaban Gubernur tentang APBD Tahun 2025
- Uskup se- Asia Bakal Kumpul di Indonesia Mengikuti Forum FABC 2026
- Stok Darah di PMI Jateng Tiap Bulan Capai 17.000 Kantong Darah
- BZone Permudah Inventory dan Pelaporan Kepabeanan Mattel Indonesia
- Inilah Lima Konglomerat Kuasai Bisnis Minyak Goreng di Indonesia
Untuk stok BBM jenis gasoline di wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan DIY, lanjut Taufiq, berada pada kondisi aman, yaitu setara 12,5 kali lipat konsumsi harian normal, sedangkan stok gasoil tercatat setara 14 kali lipat konsumsi harian normal.
Khusus untuk produk bersubsidi, ketahanan stok Pertalite berada pada 11,5 kali lipat konsumsi harian normal, dan Biosolar setara 13,5 kali lipat konsumsi harian normal.
“Kami imbau masyarakat diimbau tidak khawatir dan tetap melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan sehari-hari secara wajar,” imbaunya.
Khusus untuk Biosolar, imbuh Taufiq, Pertamina Patra Niaga memastikan tidak terjadi kelangkaan di SPBU wilayah Jateng dan DIY.
Meski di beberapa titik terpantau adanya antrean kendaraan, situasi tersebut masih dalam kondisi kondusif dan terkendali, serta tidak sampai meluas ke badan jalan.
Ia menyatakan melakukan pemantauan stok di setiap SPBU secara real-time melalui sistem digital, sehingga apabila terdapat SPBU dengan level stok kritis dapat segera terdeteksi dan langsung dilakukan pengiriman tambahan dari depot terdekat.
“Langkah ini memastikan ketersediaan BBM di seluruh SPBU tetap terjaga dan pelayanan kepada konsumen tidak terganggu,” tandasnya.
Sebagai bentuk peningkatan pelayanan kepada konsumen, Pertamina Patra Niaga turut menghadirkan sejumlah layanan tambahan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), di antaranya petugas marshaling untuk membantu mengatur kelancaran antrean.
Penyediaan air minum dalam kemasan bagi konsumen, hingga berbagai kemudahan melalui aplikasi MyPertamina seperti program Extra Point, promo kerja sama dengan berbagai merchant ternama, serta fitur pencarian lokasi SPBU terdekat.
- BLT DBHCHT Jadi Penopang Ekonomi Keluarga, Warga Pekalongan Rasakan Manfaatnya
- Dicari Investor untuk Revitalisasi PRPP Jadi Futuristik Bertaraf Internasional
- Bupati Tegal Siap Sampaikan Penolakan Kemasan Polos Rokok ke Presiden
“Kami juga senantiasa berkoordinasi secara intens dengan aparat penegak hukum dan para pemangku kepentingan terkait untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran,” kata Taufiq.
Pertamina Patra Niaga juga mengajak masyarakat yang menemukan indikasi penyalahgunaan penyaluran BBM bersubsidi untuk melaporkannya melalui Pertamina Call Center 135 agar dapat segera ditindaklanjuti.
Dengan berbagai langkah antisipatif dan penguatan layanan ini, Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus mendukung kelancaran distribusi energi di Jateng dan DIY. (-)
