Konsorium 5 PT di Jateng dan DIY Luncurkan 33 PPDS dan PPDSS

SetyoNt - Kamis, 12 Februari 2026 22:38 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (dua dari kiri) pada peluncuran 33 Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Program Pendidikan Dokter Sub Spesialis (PPDSS) baru di Solo. (dok. Humas Pemprov Jateng)

Solo, Jatengaja.com - Konsorsium Perguruan Tinggi Wilayah IV Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meluncurkan 33 Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Program Pendidikan Dokter Sub Spesialis (PPDSS) baru.

Lima peguruan tinggi (PT) yang menyelenggarakan program studi PPDS dan PPDSS, yaitu Universitas Gadjah Mada, (UGM) Yogyakarta, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, dan Universitas Sebelas Maret Solo.

Peluncuran program 33 PPDS dan PPDSS baru tersebut dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) Solo, Kamis, 12 Februari 2026.

Cakupan program studi yang diluncurkan meliputi jantung dan pembuluh darah, bedah, ilmu kesehatan anak, obstetri dan ginekologi, anestesiologi, patologi, rehabilitasi medik, dan kedokteran keluarga layanan primer.

Tenaga Ahli Mendiktisaintek sekaligus Ketua Tim Kajian Kebijakan Pendidikan Tinggi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan, Tri Hanggono Achmad mengatakan, pembukaan program studi baru tersebut bukan sekadar penambahan kuota akademik, melainkan misi kemanusiaan.

Pemerintah telah menargetkan percepatan produksi dokter spesialis dan subspesialis untuk menutupi rasio dokter yang belum ideal, terutama di luar pulau Jawa dan daerah 4T.

"Kolaborasi antar universitas di Jateng dan DIY ini, adalah bukti nyata sinergi akademisi dalam menjamin kesehatan bangsa. Selain di UNS, kegiatan peluncuran program studi dokter spesialis dan sub spesialis juga dilakukan di beberapa daerah hari ini," katanya.

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi menyambut baik program tersebut karena dapat mengakselerasi kebutuhan dokter spesialis yang masih kurang.

"Saya sebagai Gubernur sangat mendukung sekali kegiatan ini. Kiranya ini nanti harus segera ditindaklanjuti. Makin cepat makin bagus, karena saya perlu itu,” katanya saat menghadiri acara peluncuran 33 program studi PPDS dan PPDSS baru di UNS.

Dukungan dilakukan dengan memberikan instruksi kepada seluruh rumah sakit di Jawa Tengah, untuk menjalin konektivitas dengan perguruan tinggi.

Khususnya untuk menciptakan dokter-dokter spesialis dalam rangka mendukung program cek kesehatan gratis (CKG) dan dokter spesialis keliling (Speling).

"Ini merupakan langkah strategis. Rekan-rekan dokter) yang masuk program spesialis, kalau bisa cepet lulus, nanti ikut ke wilayah kita," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yunita Dyah Suminar menambahkan, PPDS dan PPDSS saat ini dapat ditempuh melalui jalur universitas atau perguruan tinggi dan jalur rumah sakit. Langkah itu dilakukan agar produksi dokter spesialis dapat tumbuh cepat.

"Mari saling bersinergi antara rumah sakit dan perguruan tinggi, untuk memproduksi Dokter Spesialis dan Sub Spesialis, agar akses terhadap layanan kesehatan semakin mudah bagi masyarakat Jawa Tengah," katanya. (-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS