Google Larang 4 Aplikasi Karena Bahayakan Perangkat Android, Ini Daftarnya

SetyoNt - Sabtu, 19 November 2022 22:07 WIB
Google Larang 4 Aplikasi Karena Bahayakan Perangkat Android, Ini Daftarnya (Pexels.com/Tracy Le Blanc)

Jakarta, Jatengaja.com - Raksasa mesin pencari Google melarang empat aplikasi baru di PlayStore karena dikhawatirkan akan menyebarkan konten berbahaya di perangkat Android.

Dilansir dari laman HT Times, Google Play Store merupakan toko yang dijaga ketat yang menjanjikan untuk selalu memindai semua aplikasi dan menawarkan pengguna pengalaman yang aman ketika mengunduh aplikasi terbaru.

Meski telah dijaga ketat oleh Google, peretas justru menemukan celah atau cara untuk menyematkan kode berbahaya ke dalam aplikasi mereka. Hal itu tentu akan membuat pengguna merugi ketika mengunduhnya.

Google juga telah melaporkan aplikasi jahat baru-baru ini dan meminta pengguna untuk segera menghapusnya. Keempat aplikasi tersebut berasal dari pengembang yang sama dan diketahui menyebarkan konten berbahaya dengan cerdik. Segera setelah ditemukan hal tersebut, situs web pengembang yang disebut dengan Mobile apps Groups tidak dapat diakses.

Developer tersebut merilis empat aplikasi di Google Play Store dan jika Anda merasa telah memasang salah satu dari aplikasi tersebut di ponsel Android Anda, maka sebaiknya Anda harus segera menghapusnya.

Berikut empat aplikasi yang diminta Google untuk segera dihapus oleh pengguna seperti yang dilansir dari laman HT Times sebagaimana dikutip Trenasia.com jaringan Jatengaja.com.

1. Bluetooth Auto Connect

2. Bluetooth App Sender

3. Mobile transfer: smart switch

4. Driver: Bluetooth, Wi-Fi, USB.

Aplikasi tersebut diketahui bekerja dengan cerdik untuk menghindari pemeriksaan keamanan pada ponsel Android. Segera setelah diinstal, aktivitas berbahaya dari aplikasi tersebut akan ditunda untuk menghindari pemeriksaan keamanan.

Dengan cara ini, aplikasi tersebut tampaknya berfungsi dengan baik untuk beberapa hari pertama. Namun, dalam beberapa hari kemudian aplikasi itu mulai mengirim spam serta phishing yang dimulai di perangkat korban.

Seperti yang dilaporkan oleh MalwareBytes, disebutkan bahwa aplikasi jahat tersebut membuka situs phishing di Google Chrome. Konten situs phishing sebetulnya bervariasi, ada beberapa yang merupakan situs tidak berbahaya yang hanya digunakan untuk menghasilkan bayar per klik, dan yang lainnya justru phishing yang berbahaya karena berupaya mengelabui pengguna yang tidak menaruh curiga.

Semisal situs yang menyertakan konten dewasa yang mengarah ke halaman phishing yang akan memberi tahu pengguna bahwa mereka telah terinfeksi sehingga memerlukan pembaruan. (-)

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Justina Nur Landhiani pada 19 Nov 2022

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS