Baznas Jateng Serahkan Bantuan Modal Senilai Rp5,25 Miliar untuk 1.750 Mustahik
Semarang, Jatengaja.com - Badan Amil Zakat Nasional Jawa Tengah menyalurkan bantuan modal produktif senilai total Rp5,25 miliar kepada 1.750 mustahik (penerima zakat) binaan.
Masing-masing mustahik yang merupakan binaan Badan Amil Zakat Nasional Jawa Tengah (Baznas Jateng) menerima senilai Rp3 juta untuk mengembangkan usaha mereka.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin didampingi Ketua Baznas Jateng KH Ahmad Darodji di Hotel Wujil, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat 9 Oktober 2026.
- Gubernur Jateng Bayar Kos Mahasiswa NTT Korban Gempa
- Telkom Dorong Pemanfaatan Teknologi AI
- Biaya Ibadah Haji 2027 Ditetapkan Rp98,46 Juta, Naik Rp11 Juta dari Tahun Lalu
Taj Yasin mengapresiasi pola Baznas yang tidak berhenti pada pemberian modal, tetapi juga menyediakan pendampingan untuk memantau perkembangan usaha penerima manfaat.
“Pola Baznas tersebut dapat menjadi contoh bagi pemerintah dalam mengelola program bantuan modal,” katanya.
Ia berharap, bantuan yang diberikan pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, juga disertai pengawasan dan pendampingan.
Dengan demikian, dana yang disalurkan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan usaha dan memberikan dampak nyata bagi penerimanya.
“Ini menjadi role model buat kita seharusnya. Jadi kalau memang ada yang dibantu itu harus ada yang mendampingi, menjadi pengawas, supaya bisa berkembang," kata Taj Yasin.
Menurutnya, keberhasilan program bantuan tidak semata-mata diukur dari jumlah dana yang tersalurkan, tetapi juga dari perkembangan usaha penerima bantuan tersebut.
“Seperti penerima bantuan Baznas yang telah mampu beralih status dari mustahik menjadi muzaki atau orang yang menunaikan zakat,” ujarnya.
Ketua Baznas Jateng, Ahmad Darodji, mengatakan, program bantuan modal usaha produktif tahun ini menyasar 3.500 mustahik dengan total alokasi Rp10,5 miliar
“Penyalurannya dilakukan secara bertahap, dengan setiap penerima memperoleh bantuan senilai Rp3 juta,” ujarnya.
Untuk memastikan bantuan digunakan secara produktif, lanjut Darodji, Baznas Jateng melibatkan penyuluh agama di kecamatan masing-masing sebagai pendamping.
Kedekatan mereka dengan penerima manfaat diharapkan memudahkan pemantauan sekaligus membantu penerima mengembangkan usahanya.
Setiap empat bulan, para pendamping diminta menyampaikan laporan perkembangan usaha yang mereka dampingi.
Dari laporan tersebut, Baznas dapat melihat perubahan yang terjadi, mulai dari penambahan fasilitas usaha hingga peningkatan jumlah pekerja.
- Cinema XXI Buka Bioskop Pertama di Maros, Lengkapi Pilihan Hiburan Warga
- Presiden Prabowo Lantik 26 Anggota Wantimpres, Ini Daftar Namanya
- Gubernur Minta Masyarakat Ekonomi Syariah Jateng Ikut Gerakkan Sektor UMKM
Darodji mencontohkan, ada penerima yang sebelumnya memiliki dua bangku usaha, kemudian berkembang menjadi empat. Ada pula pelaku usaha yang mampu menambah jumlah pekerja dari tiga menjadi lima orang.
“Kalau kita ingin membuat orang mandiri dan bebas dari kemiskinan, bagi kami ada dua cara, yaitu dilatih punya keterampilan dan diberi modal. Kalau bantuan konsumtif, mungkin beberapa hari sudah habis. Tetapi, kalau produktif, kita beri kail agar mereka berkembang,” jelas Darodji.
Penerima bantuan, Slamet Rahardjo, pelaku usaha sol sepatu asal Kabupaten Batang menyatakan, bantuan dari Baznas akan dimanfaatkan untuk membeli perlengkapan baru, seperti benang, lem, dan cutter, guna menunjang pekerjaannya. Ia berharap, tambahan modal tersebut dapat membuat usahanya semakin berkembang.
“Alhamdulillah, dengan adanya bantuan dari Baznas, saya bisa lebih mengembangkan usaha dengan membeli peralatan sol sepatu yang baru,” kata Slamet.(-)
