Wamen Pekerjaan Umum Beri Kuliah Umum Mahasiswa Baru Undip

Senin, 10 Agustus 2026 00:20 WIB

Penulis:SetyoNt

Editor:SetyoNt

undip wamen pu.jpg
Wamen Pekerjaan Umum Beri Kuliah Umum Mahasiswa Baru Undip. (dok. Humas Undip)

Semarang, Jatengaja.com - Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum, Ir Diana Kusumastuti, M memberikan  kuliah umum kepada mahasiswa baru Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Ia menyatakan memasuki dunia perguruan tinggi bukan sekadar berpindah dari bangku sekolah ke ruang kuliah, tapi ada tanggung jawab baru yang ikut tumbuh yakni menjadi pribadi berilmu, berkarakter, dan dapat dipercaya. 

“Hari pertama kuliah bukan sekadar memulai perjalanan akademik, tetapi pijakan membentuk karakter, kepemimpinan, dan integritas sebagai calon pemimpin bangsa,” katanya dalam kuliah tamu di Gedung Serbaguna Muladi Dome, Kampus UNDIP Tembalang, Semarang, Jumat 7 Agustus 2026.

Kuliah umum bertajuk “Membangun Generasi Berintegritas melalui Nilai-Nilai Pancasila dan Budaya Antikorupsi” menjadi bagian penting dalam Sidang Terbuka Senat Akademik pada Penerimaan Mahasiswa Baru UNDIP Tahun Akademik 2026/2027 Tahap III. 

Kehadiran Diana di UNDIP terasa istimewa, karena kembali ke kampus yang pernah membentuk langkah awal kariernya sebagai alumnus Departemen Arsitektur Fakultas Teknik. 

Menurut Diana, pembangunan juga tidak dapat diukur hanya dari banyaknya infrastruktur yang berdiri secara fisik. Jalan, gedung, sistem penyediaan air, maupun fasilitas publik harus menghadirkan manfaat nyata, meningkatkan kualitas hidup, dan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan. 

Prinsip yang sama berlaku pada pendidikan di mana ilmu akan semakin bernilai ketika disertai karakter kejujuran, tanggung jawab, serta semangat pengabdian.

Ia mengajak mahasiswa memahami budaya antikorupsi dari hal yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari. Menurutnya, korupsi tidak selalu bermula dari perkara besar. 

Sikap permisif terhadap pelanggaran kecil, mendahulukan kedekatan daripada aturan, menyontek, atau memilih diam ketika mengetahui sesuatu yang keliru dapat menjadi awal lunturnya integritas.

“Integritas dibangun dari kebiasaan-kebiasaan kecil. Datang tepat waktu, tidak menyontek, bertanggung jawab, menghargai perbedaan, berani berkata benar, dan menolak sesuatu yang tidak semestinya, sekecil apa pun itu,” pesannya.

Bagi Diana, transparansi, akuntabilitas, dan inovasi adalah fondasi utama untuk menutup ruang gerak praktik korupsi. Di titik ini, mahasiswa punya peran strategis sebagai penggerak perubahan. 

“Pribadi yang pintar tanpa integritas akan menjadi ancaman. Sebaliknya, integritas yang kuat membuat ilmu pengetahuan memberi manfaat sebesar-besarnya,” tandasnya.

Wamen PU menantang mahasiswa baru UNDIP untuk tidak ragu menciptakan solusi konkret. Riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat perlu difokuskan menjawab persoalan riil di lapangan, termasuk tantangan pembangunan yang berkelanjutan. 

Mengakhiri arahannya, Diana juga mengajak mahasiswa menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai kompas dalam setiap langkah, sementara budaya antikorupsi dimulai dari keputusan sederhana yang dilakukan secara konsisten. 

“Indonesia tidak kekurangan orang pintar. Indonesia membutuhkan lebih banyak generasi muda yang dapat dipercaya,” tegasnya. 

Sementara Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si, menyatakan jumlah mahasiswa yang diterima UNDIP sekitar 16.267 orang atau kurang lebih empat persen dari keseluruhan pendaftar. 

Rektor mengajak mahasiswa menjaga keseimbangan antara kemampuan berpikir dan sikap selama menjalani kehidupan kampus.

Menurutnya, kampus perlu menjadi ruang untuk berani mencoba, memperluas pergaulan, mengikuti kegiatan kemahasiswaan, serta mengembangkan kemampuan di luar bidang akademik. 

“Berpikir kecil capek, berpikir besar juga capek. Pilih yang besar, pilih yang berdampak besar untuk diri sendiri dan masyarakat,” pesannya. (-)